PEKANBARU – Penyediaan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dipastikan tidak hanya berfokus pada harga jual yang terjangkau, tetapi juga wajib mengedepankan kualitas bangunan dan penataan lingkungan yang sehat. Komitmen ini disepakati dalam audiensi antara Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra) Provinsi Riau bersama jajaran pemerintah daerah di Ruang Rapat Wakil Gubernur Provinsi Riau, Kamis (21/5/2026).

Pelaku usaha perumahan memastikan bahwa permukiman subsidi yang dibangun untuk kalangan menengah ke bawah akan selaras dengan kaidah tata ruang kawasan dan berkelanjutan.

"Melalui sinergi yang baik bersama Pemerintah Provinsi Riau, kami optimistis target pembangunan rumah MBR dapat terus meningkat. Dukungan pemerintah daerah sangat penting dalam mendukung kelancaran pengembangan kawasan perumahan dan permukiman," ungkap Ketua DPD Himperra Riau, Donny Satria Putra.

Ia menegaskan bahwa pihaknya terus mendorong pembangunan tempat tinggal yang terjangkau tanpa mengesampingkan spesifikasi kelayakan sebuah permukiman. Himperra juga memastikan pengembang di bawah naungannya berkontribusi menghadirkan kawasan hunian yang tertib untuk dinikmati masyarakat kelas bawah.

"Pemerintah Provinsi Riau mendukung langkah Himperra dalam meningkatkan pembangunan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Ketersediaan hunian yang layak dan terjangkau menjadi salah satu kebutuhan penting yang harus terus didorong bersama," sebut Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto.

Proses konstruksi kawasan perumahan subsidi ini menuntut perencanaan matang dan terarah. Pemerintah daerah mengingatkan agar pembukaan lahan untuk permukiman baru tetap menjaga kelestarian lingkungan sekitar.

"Kami berharap target realisasi pembangunan rumah MBR di Provinsi Riau dapat terus meningkat dari tahun ke tahun. Pemerintah Provinsi Riau siap mendukung program-program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya dalam penyediaan hunian layak," urainya. ***