
PEKANBARU, GORIAU.COM - Meski seorang narapidana, namun SHN juga manusia. Tapi apa boleh buat, status yang disandangnya sebagai napi, membuatnya tidak mendapat perlakuan layaknya orang yang butuh pertolongan. Peristiwa itu terjadi di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, Riau. Saat ini kondisinya dirantai pada bagian kaki dengan tubuh kurus, perut membesar dan tak berdaya.
SHN merupakan napi Lembaga Pemasyarakat (LP) Kelas II A Pekanbaru. Saat ini ini dia sekarat di RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru. Kondisi SHN memprihatinkan, tubuhnya kurus kering, badannya terkulai tak berdaya di ruangan Murai I. Tak hanya itu, bahkan SHN juga tak sanggup berdiri karena penyakit yang dideritanya plus kakinya yang dirantai.
Informasi yang diperoleh dari ibu kandung SHN, anaknya menderita penyakit TBC. Dia merupakan napi kasus narkotika dan sudah dirawat satu minggu di rumah sakit. Sebelumnya SHN dua bulan lebih terlantar tanpa perawatan medis di LP Kelas II A Pekanbaru.
''Saya tinggal di Jawa bersama adik SHN. Sedangkan bapaknya kerja di Padang. Sebelumnya saya menerima telepon dari anak saya, kalau dia sakit parah di penjara. Makanya saya ke Pekanbaru untuk menjemput anak saya agar berobat di sini,'' kata orang tua SHN yang enggan disebut namanya saat bercerita dengan wartawan di ruangan Murai I RSUD, Selasa (7/1/2013) dini hari.
Dari pantauan, kondisi SHN sangat mengkhawatirkan. Saat ini napi yang baru menjalani masa tahanan satu tahun dari total hukuman 4 tahun penjara itu masih dirawat di ruangan sederhana. ''Saya kasihan melihat anak saya, sudahlah kondisinya seperti ini, tapi kakinya masih juga dirantai. Padahal anak saya bukan teroris. Bagaimana mau lari, jalan saja tidak bisa. Badannya sudah kurus tinggal tulang,'' ujarnya berurai air mata melihat kondisi buah hatinya.
Ketika ditanyakan terkait biaya pengobatan? Ibu SHN mengaku sejauh ini biaya pengobatan masih ditanggung pihak LP. ''Masih mereka yang tanggung. Tapi saya khawatir kondisi anak saya jika masih dirawat di ruangan ini. Sebab kalau ruangan ini, anak saya tak dirawat intensif. Hanya diberi infus saja. Padahal anak saya terkena TBC. Selain itu perutnya sudah mulai membesar dan menyisakan sakit bagi anak saya,'' jelasnya.
Hingga berita ini dilansir, SHN belum mendapat penanganan ekstra dari pihak rumah sakit. SHN dirawat di satu ruangan yang berisikan enam pasien dengan penyakit berbeda. ***