
PEKANBARU, GORIAU.COM - Pengunjuk rasa yang didominasi mahasiswa di Kantor Walikota Pekanbaru, Jumat (17/10/2014) siang tidak menggubris kehadiran Asisten IV Walikota Pekanbaru bidang kesejahteraan masyarakat. Pasalnya, demonstran meminta Firdaus MT selaku Walikota Pekanbaru yang datang.
Setelah berorasi sekitar satu jam, Walikota Pekanbaru Firdaus MT tidak kunjung datang. Mereka hanya disambut oleh Asisten IV, Kabag Humas Ingot Ahmad dan Kaban Kesbangpol Agus Pramono. Kehadiran tiga pejabat tersebut membuat demonstran kecewa.Dari pantauan GoRiau.com di lapangan, demonstran terus berorasi menyampaikan pernyataan sikap terkait beberapa dugaan korupsi di tubuh Pemko Pekanbaru. Diantaranya, bagi-bagi proyek 45 anggota DPRD Kota Pekanbaru, Lahan Kantor Walikota Pekanbaru di Tenayan Raya, Tenda rumah dinas walikota Pekanbaru yang mencapai Rp2 miliyar dan beasiswa untuk PNS."Kita minta Walikota Firdaus yang datang, bukan bawahannya," teriak Irwan selaku koordinator lapangan. Karena Firdaus tak kunjung muncul, demonstran bergerak ke arah Jalan Ahmad Yani."Kita akan 'longmarch' menuju kediaman walikota, melihat tenda Rp2 miliyar tersebut," tambahnya sambil meninggalkan Sentot D Prayetno.Awalnya, Agus Pramono mencoba melakukan negosiasi agar kehadiran Sentot D Prayetno diterima dan menjawab semua dugaan-dugaan yang disampaikan pendemo. Namun usaha tersebut tidak menuai hasil yang manis, demonstran tetap pergi dari pintu gerbang Kantor Walikota Pekanbaru. (san)