PEKANBARU, GORIAU.COM - Sejak dua tahun terakhir, batu akik menjadi pembicaraan hangat masyarakat Indonesia. Motif, jenis hingga harga yang fantastis menjadi isu yang selalu menarik untuk dibicarakan.

Tak peduli tua atau muda, batu akik juga sudah dirasakan hingga anak-anak. Begitu juga laki-laki atau perempuan, semuanya sudah 'gila' dengan keberadaan batu akik.

Hampir seluruh provinsi memiliki kekhasan batu masing-masing. Begitu juga dengan Provinsi Riau. Tidak sedikit batu unik dan menarik yang berasal dari Bumi Lancang Kuning ini.

Beberapa diantaranya seperti Laksamana Indragiri, Blue Rokan dan lainnya. Namun ternyata tidak semua orang yang hanya khusus mencari batu-batu cantik, tetapi juga banyak yang memanfaatkan tempat asah batu untuk mempererat silaturahmi.

Seperti warga di RT 02 RW 02 Desa Tarai Bangun, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau. Warga satu RT ini memilih untuk mengasah batu di salah satu rumah warga. Tujuannya hanya untuk memperkuat kekompakan dan mempererat silaturahmi.

"Meski tinggal di perumahan, namun kita ingin ada tempat berkumpul. Tempat asah ini semata-mata hanya untuk sarana mempererat silaturahmi," kata Anto, pemilik tempat asah.

Dikatakannya, inisiatif ini diambilnya melihat kurang terjalinnya hubungan emosional antar warga. "Jadi sejak tempat asah batu ini saya buka, warga hampir setiap malam ke sini. Bukan hanya ngasah batu, tapi juga berbagai cerita dan pengalaman," lanjuta Anto.

Senada dengan Budi, dirinya yang biasa lebih sering keluar perumahan untuk mengasah batu, sekarang lebih sering 'nongkrong' bersama warga lainnya di tempat Anto. "Jadi semua bisa ngumpul," tandas Budi.***