PANGKALAN KERINCI, GORIAU.COM - Dinilai tidak memberikan kontribusi maksimal terhadap pemuda dan masyarakat setempat, Senin (25/3/2013), ratusan pemuda yang menamakan diri Pemuda Dusun Kayu Ara Bersatu (PDKB) melakukan aksi demo terhadap perusahaan perkebunan kelapa sawit milik PT Sari Lembah Subur.

Dalam demo tersebut, ratusan pemuda itu mengajukan beberapa tuntutan kepada perusahaan sawit yang memiliki Hak Guna Usaha yang terhampar di dua kecamatan, yakni Kecamatan Pangkalan Lesung dan Kerumutan. Aksi berlangsung sedikit memanas, karena rombongan pemuda dan masyarakat itu hanya ditemui oleh manajemen perusahaan sekelas Humas, yang tidak memiliki kewenangan memutuskan tuntutan pemuda.

Koordinator demo, Ahmad Yanis, mengatakan, bahwa aksi yang dilakukan pemuda karena mereka telah muak dengan keberadaan PT SLS yang mencapai belasan tahun ditempat mereka, namun hingga kini belum berperan maksimal terhadap masyarakat yang berada disekitar operasionalnya.

"Belasan tahun bahkan telah berlangsung puluhan tahun PT SLS telah mengeksploitasi bumi Kerumutan ini, namun hingga kini sama sekali tidak ada program yang sifatnya menyentuh langsung terhadap peningkatan perekonomian masyarakat. Begitu juga dengan perekrtutan tenaga kerja, pemuda tempatan hanya menjadi penonton setia terhadap aktifitas perusahaan. Kita menginginkan agar perusahaan bisa mempekerjakan pemuda lokal mencapai 60 persen sesuai dengan skill yang dimiliki," ujar Ahmad Yanis dalam orasinya.

Ahmad Yanis menerangkan bahwa selama ini program CSR yang seyogyanya diperuntukkan terhadap masyarakat sekitar, sama sekali tidak berjalan efektif. Parahnya, kehadiran perusahaan yang tergabung ke dalam PT Astra Agro Lestari Tbk itu, telah merusak ekosistem dan habitat sejumlah sungai.

"Sungai Tanjung Seluai kondisinya saat ini diambang kehancuran. Dulunya merupakan tempat mencari ikan bagi penduduk tempatan. Namun saat ini ekositem dan habitanya telah punah. Kita menginginkan agar PT SLS mengembalikan dan melakukan ganti rugi atas kerusakan sungai itu," katanya.

Tak hanya itu, sambungnya, pihak perusahaan juga dinilai tidak peduli terhadap para pelajar dan mahasiswa yang tengah menuntut ilmu. "Kami juga meminta kepada perusahaan agar memberikan Bea Siswa terhadap pelajar yang tengah menuntut ilmu di bangku Kuliah", ujarnya.

Demo yang berlangsung memanas awalnya dipusatkan di Dusun Tiga Kayu Ara, Kecamatan Kerumutan. Tidak puas dengan aksi semula, ratusan pemuda langsung bergerak menuju Kantor Besar PT SLS, merekapun disambut oleh Humas PT SLS, H Taufik.

"Kita menginginkan agar tuntutan kita ini direspon oleh perusahaan. Namun, jika kedatangan kita hanya disambut oleh manajemen sekelas Humas, diyakini tidak akan bisa memutuskan persoalan. Sebab itu, kami menginginkan dipertemukan dengan manajemen yang bisa mengambil keputusan. Jika tuntutan kami ini tidak ada titik terangnya, kami akan mendirikan tenda dan menginap di lokasi perusahaan hingga tuntutan kami dikabulkan", ancam Ahmad Yanis diiringi teriakan ratusan pendemo lainnya.

Humas PT SLS, H Taufik yang menerima para pendemo itu, mengungkapkan bahwa manajemen yang lebih tinggi sedang berada di luas daerah. Taufik berharap para pemuda bisa diajak berunding dan akan segera menyampaikan tuntukan kepada majemen lebih tinggi lagi.

"Pada prinsipnya kita akan respon tuntutan pendemo. Hanya saja, mereka meminta agar tuntutan segera dikabulkan saat ini juga. Setidaknya kita mari duduk bersama dan berunding untuk mencari solusinya", ujar Taufik.

Menurut Humas Taufik, setidaknya ada 11 tuntutan yang disampaikan oleh para pendemo. Kendati demikian, menurut Taufik, para pendemo tetap memaksa agar seluruh tuntutannya direalisasikan.

"Saya telah sampaikan bahwa jajaran Direksi yang memiliki kewenangan dalam memutuskan persoalan sedang berada di luar daerah. Namun pendemo tetap memaksa kita juga. Sebagai Humas tentunya saya akan menyampaikan semua tuntutan pendemo kepada manajemen lebih tinggi, dan lagi diperlukan waktu untuk membahas semua tuntutan pemuda Kayu Ara tersebut", ucap Taufik, seraya menyebutkan aksi pendemo tetap berlangsung hingga sore harinya. (ilm)