PASIRPENGARAIAN, GORIAU.COM - Pemkab Rohul berupaya menuntaskan masalah listrik di Rohul khususnya di daerah pedesaan. Hingga kini masih ada sekitar 40 desa dari 153 desa dan kelurahan di Rohul yang belum menikmati penerangan listrik dari PLN.

Bupati Rohul Drs. H. Achmd, MSi menyebutkan, pemerintah daerah secara bertahap dengan berbagai upaya melakukan penyelesaiakan persoalan listrik perdesaan (Lides) di Rohul. Setiap tahun, bidang kelistrikan jadi program skala prioritas lewat sinergi antara Pemkab Rohul dengan PT PLN Rayon Pasir Pangaraian dan perusahaan perkebunan kelapa sawit atau pihak ketiga.

Program kegiatan pengembangan listrik desa, penataan listrik perkotaan, pengembangan pembangkit listrik tenaga surya untuk masyarakat, jauh dari jangkauan PLN. ''Kita optimis persoalan listrik di Rohul, tahun 2015 tuntas," ujar Bupati Rohul, Minggu (2/2/2014)

Penanggulangan krisis energi listrik di Rohul, pemerintah daerah berupaya melakukan terobosan-terobosan dengan merebut dana APBN dan APBD Riau setiap tahunnya, mengingat keterbatasannya anggaran daerah. ''Tahun lalu kita sudah mulai mengembangkan teknologi energi listrik terbarukan dengan memanfaatkan bahan baku limbah Pabrik Kelapa sawit (PKS) dan tangkos, karena di daerah ini terdapat 29 PKS,'' ujarnya.

Dijelaskan, dari 28 jumlah PKS beroperasi di wilayah Rohul memiliki potensi menghasilkan energi listrik terbarukan dari pembangkit listrik tenaga Biogas dan Biomasa. ''Saat ini program pembangkit listrik tenaga biogas (PLTB) telah dimulai di Tambusai Utara, tahun 2014, PLTB kapasitas 1 Megawat sudah beroperasi, sehingga dapat dinikmati masyarakat Desa Rantau Kasai dan sekitarnya, kini sedang proses pembangunan,'' ucapnya

Pemda Rohul tahun ini masih memprogramkan pemasangan Jaringan Tegangan Menengah (JTM) dan Jaringan Tegangan Rendah bagi desa belum teraliri listrik PLN, karena desa tersebut dalam mendapatkan penerangan listrik, masih menggunakan pembangkit listrik tenaga diesel.

Program pemasangan

JTR dan JTM akan dilanjutkan di desa lainnya yang belum dialiri jaringan listrik PLN. Ia mengaku, pada tahun 2013 lalu, 5 desa di Kunto Darussalam dan Kepenuhan Hulu telah menikmati program listrik desa. Tahun ini, juga akan terus mengembangkan keberadaan pembangkit listrik dengan bahan baku limbah sawit.

Selain upaya distribusi listrik juga dibantu dengan pasokan energi listrik alternatif, adanya rencana PLN Wilayah Riau untuk mengoperasikan gardu induk berkapasitas 60 megawat pada tahun ini. (srt).