
TELUKKUANTAN, GORIAU.COM - Kepala Cabang Bank Riau Kepri (BRK) Telukkuantan, Muhammad Affan mengatakan pada tahun 2014 Kuansing mendapatkan 'deviden' senilai Rp4,7 miliyar dari BRK atas laba selama satu tahun tersebut.
Hal itu ia sampaikan Affan saat hearing dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kuansing, Selasa (10/11/2015) sore. Hearing ini dihadiri Asisten II Setdakab Kuansing, Indra Suandy serta instansi terkait.
"Tahun 2014, Pemkab Kuansing mendapat 'deviden' senilai Rp4,7 miliyar atas penyertaan modalnya senilai Rp15 miliyar," ujar Affan.
Ia mengatakan, Pemkab Kuansing sudah menyertakan modal sejak tahun 2000 silam. Awalnya, Kuansing hanya menanam modal senilai Rp6 miliyar dan kini telah menjadi Rp15 miliyar.
Untuk diketahui, BRK salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang bisa mandiri. Pemerintah ingin menerapkan penyertaan modal di BRK pada BUMD yang telah dibentuk.
Mendengar besarnya keuntungan yang diperoleh daerah, Ketua Pansus BUMD, Musliadi menyarankan agar Pemkab Kuansing menambah penyertaan modal di BRK.
"Kalau bisa Rp30 miliyar, biar kita bisa mendapatkan deviden sebesar Rp10 miliyar setiap tahunnya. Sebab, ini adalah bisnis yang menguntungkan," ujar Musliadi.
Jika dana bagi hasil yang diterima dari BRK, kata Musliadi, tentu akan mempengaruhi PAD Kuansing.
"Pemda harus menggemukkan sahamnya, sehingga PAD Kuansing semakin besar," ucap Musliadi.***