
PEKANBARU - Ketua Dewan Penasehat DPP Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Letjend (Purn) H. Syarwan Hamid menyatakan mundur dari jabatan politik partai yang baru sebulan dipangkunya. Syarwan mengaku ingin konsentrasi pada kepentingan masyarakat dan ingin tenang pada usia yang sudah tidak muda lagi.
"Saya bergabung dengan Partai Perindo awalnya ingin berbagi pengalamam dan ilmu yang telah saya dapat selama ini untuk mengurus negara ini," kata Syarwan pada kegiatan konferensi pers yang digelar di aula gedung Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Jalan Diponegoro, Pekanbaru, Selasa (17/11/2015).
Namun, ujarnya, dalam perjalanan dirinya selama satu bulan ini merasa tidak sejalan dengan langkah Harry Tanoesoedibjo selaku Ketua Umum DPP Partai Perindo. Sebagai penasehat, dirinya merasa tak terlalu dilibatkan untuk memberikan masukan kepada partai.
"Saya bergabung dengan Partai Perindo bukan untuk mencari jabatan politik. Tetapi lebih karena ingin berbagi pengalaman dalam membangun kesejahteraan masyarakat dan bangsa. Tetapi itu tidak ada diberikan," ulas dia.
Alasan awal memilih bergabung dengan Partai Perindo, menurut Syarwan, karena yakin dengan kehadiran partai baru yang berbeda dengan partai-partai politik sebelumnya. Namun dalam perjalanan dirinya selaku penasehat merasa tak dihargai. "Saya resmi mundur mulai hari ini," tutupnya.(rul)