
PEKANBARU, GORIAU.COM - Merosotnya harga kelapa Indragiri Hilir, Riau membuat petani menjerit. Pasalnya, kelapa yang merupakan sumber ekonomi masyarakat itu, tak mampu lagi menyokong kebutuhan. Namun anggota DPRD Riau dari daerah asal Indragiri Hilir, Syamsuri Latief justru memiliki jurus tunggal agar petani Inhil bisa keluar dari kesulitan hidup, jawabannya adalah diversifikasi produk petani.
Menurut sesepuh Indragiri Hilir ini kepada GoRiau.com, petani Inhil saat ini hanya menggantungkan hidup dari pertanian kelapa. ''Sejak nenek moyang kami dulu, andalannya cuma kelapa, berapa yang ditanam nenek moyang, sampai sekarang jumlahnya segitu juga. Kalau pun bertambah, cuma sedikit,'' ujar mantan anggota Badan Kehormatan DPRD Riau ini, Selasa (13/11/2012).
Padahal, tambahnya, Indragiri Hilir merupakan daerah yang kaya potensi alam. Di darat bisa tumbuh berbagai komoditi, di perairan bisa perairan payau, laut, sungai hingga kolam. Belum lagi potensi pertambangan dan usaha ekomomi kreatif lainnya dengan memanfaatkan sumberdaya alam yang ada.
Dikatakan, petani kelapa Inhil hanya perlu diversifikasi atau penganekaragaman produk pertanian seperlunya dikembangkan pertanian coklat, melinjo atau apa saja yang cocok bersama kelapa di areal yang sama. Dulu, ingatnya, pohon coklat pernah ditanam dan hidup diantara kelapa rakyat, sayangnya karena saat itu, harganya tidak menentu dan pembeli juga susah, akhirnya perpaduan kelapa dan coklat ini gagal.
''Kalau sekarang dikembangkan lagi, tentu perlu dibahas dulu. Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir, seharusnya membuat kajian mendasar dalam diversifikasi produk pertanian di lahan kelapa warga sehingga diperoleh daftar tanaman yang cocok berdampingan dengan kelapa. Jika daftar tanaman yang bisa hidup berdampingan dengan kelapa sudah diperoleh, Pemkab Inhu juga harus memberikan bantuan bibit untuk merangsang minat petani. Biar petani yang memilih sendiri jenis tanaman yang akan ditanam sesuai daftar yang sudah ada,'' jelasnya.
Dengan adanya diversifikasi produk pertanian di areal perkebunan kelapa rakyat, maka petani tidak akan terlalu menggantungkan hidup dari kelapa sebab, jika masih berharap dari kelapa, harganya dari dulu tetap akan turun naik. Saat permintaan sedikit, harga turun, saat banyak harga juga naik.
Selain itu, tambahnya, Indragiri Hilir yang merupakan daerah perairan juga perlu mengembangkan usaha budidaya perikanan baik melalui optimalisasi pemanfaatan kekayaan laut maupun pengembangan usaha perikanan budidaya baik tambak maupun perikanan air tawar.
''Saya yakin, jika diversifikasi produk pertanian ini berhasil, petani kelapa di Inhil akan terselamatkan. Kelapa tetap ada, tapi komoditi lain juga bisa menghasilkan bagi warga. Inhil ini kaya, hanya pengelolaan potensinya saja yang belum maksimal,'' tegasnya. (nti)