BAGANSIAPIAPI - Suyatno memimpin apel kesiapan antisipasi bencana asap akibat Kebakaran Lahan dan Hutan (Karlahut) di wilayah Kabupaten Rokan Hilir tahun 2016 di halaman kantor Polres Rokan Hilir (Rohil), Riau, Selasa (15/3/2016).

Selain jajaran Kepolisian, apel juga diikuti oleh seluruh elemen yang berkaitan dengan pemadaman karlahut seperti unsur TNI, Satpol PP, Masyarakat Peduli Api (MPA) Rokan Hilir, Disbun, Dishut, fire safety perusahaan, BPBD, Menggala Akni, Damkar dan Dinas Sosial.

Apel yang digelar pukul 04.10 WIB sore ini, diselingi dengan simulasi dan peninjauan mesin pemadam api yang berlokasi di danau buatan IPDN Rohil.

Dalam amanatnya, Bupati Suyatno mengaku terharu melihat kehadiran petugas pemadam api yang dengan kesadaran sendiri datang mengikuti apel siaga untuk memerangi kebakaran lahan dan hutan dalam wilayah Kabupaten Rokan Hilir.

Suyatno mengungkapkan, 30 persen Rohil merupakan lahan gambut. Untuk itu, seluruh elemen harus memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membakar hutan dan lahan. Terutama kepada datuk penghulu agar tidak mengeluarkan surat jual lahan. Jika terjadi kebakaran lahan, tak seorangpun mengaku memiliki lahan tersebut.

"Ketika saya terjun langsung ke lokasi kebakaran lahan di Sungai Segajah Kubu, bersama Kapolres dan Dandim kami mencoba memadamkan api," kata Suyatno.

Di sana, kata Suyatno, seluruh tim seharian penuh memadamkan api tanpa peduli makan dan minum. Itu akibat dari ulah oknum yang tidak bertanggungjawab.

"Kami sudah melakukan komitmen bagi pelaku pembakar lahan tidak akan kami kasi ampun. Tambah lagi kami semalam rapat koordinasi di Jakarta, mentri LHK dan Kemenpolhukam juga menegaskan tidak ada ampun TNI dan Polri di belakang oknum pembakar lahan," katanya.(amr)