TEMBILAHAN- Semenjak ditutupnya satu-satunya lokalisasi yang ada di Inhil yaitu Sungai Dugil, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Inhil, Riau mengakui sulit melakukan pengawasan penyebaran HIV dan AIDS.

''Karena lokalisasi ditutup, jadi merambat ke masyarakat umum, kami susah mencari karena berbaur ke umum, kami susah menemukan dimana mereka bertransaksi,'' ujar Pengelola Program HIV, Sirait saat pertemuan stake holder dalam rangka evaluasi program penaggulangan AIDS tahun 2017.

Sebagai alternatif, dijelaskannya tim dari KPA bersama Dinas Kesehatan Inhil melakukan pencarian ke hotel-hotel yang ada di Tembilahan.

''Jadi kami mencari carinya ya ke hotel-hotel,'' lanjutnya.

Untuk data sendiri, dijelaskan Sirait per November 2017, kasus HIV sudah terdata sebanyak 203 kasus, dimana dari 203 itu, 124 sudah positif AIDS.

''Peningkatan kasus sebenarnya terjadi pasca 2015 dan 2016, untuk 2017 ini terjadi penurunan,'' cetus Siraid.(ayu)