
PEKANBARU - Aktivitas kebakaran hutan dan lahan di Pulau Sumatera kembali menunjukkan pergerakan angka yang signifikan. Berdasarkan pemutakhiran data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pukul 23.00 WIB, terdeteksi sebanyak 122 titik panas tersebar di berbagai provinsi.
Distribusi sebaran api terbanyak berpusat di Sumatera Selatan dengan 57 titik. Wilayah lain yang turut menyumbang angka rawan meliputi Lampung 18 titik, Bangka Belitung 16 titik, Jambi 13 titik, Aceh 8 titik, Bengkulu 6 titik, Sumatera Utara 2 titik, dan Sumatera Barat 1 titik.
"Di Provinsi Riau sendiri hanya terdeteksi satu titik panas yang berada di Kota Dumai. Kondisi ini menunjukkan aktivitas hotspot di Riau masih relatif rendah dibandingkan sejumlah provinsi lain di Sumatera," ungkap Forecaster on Duty BMKG Pekanbaru, Yudhistira Mawaddah, Jumat (12/6/2026).
Meski angka kemunculan titik panas tercatat sangat minim, BMKG secara tegas meminta warga untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan. Kewaspadaan masyarakat dinilai sangat krusial sebagai langkah antisipasi ketika cuaca panas menyengat kembali membekap kawasan tersebut.
Rendahnya sebaran titik api di Bumi Lancang Kuning ini sejalan dengan kondisi cuaca daerah yang terus diguyur hujan sejak pagi. Citra radar cuaca mendeteksi curah hujan ringan hingga sedang di Kabupaten Rokan Hulu, Rokan Hilir, Bengkalis, Siak, Kepulauan Meranti, Kampar, Indragiri Hilir, Kuantan Singingi, Kota Dumai, serta sebagian Kota Pekanbaru di bawah langit kabur hingga berawan.
Instansi prakiraan cuaca juga merilis peringatan dini terkait potensi kondisi atmosfer ekstrem yang membayangi sebagian besar daerah administratif Riau.
"Waspada hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang berpotensi terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hulu, Rokan Hilir, Bengkalis, Siak, Kampar, Indragiri Hilir, Kepulauan Meranti dan Kota Dumai pada pagi dan siang hari," jelas Yudhistira.
Pola cuaca basah ini diprakirakan berlanjut ke siang hari menyelimuti Pelalawan, Kampar, Rokan Hulu, Rokan Hilir, Bengkalis, Siak, Kepulauan Meranti, Kota Dumai, dan Kota Pekanbaru. Menjelang sore dan malam, hujan bergeser membasahi Pelalawan, Kepulauan Meranti, Siak, Bengkalis, Kampar, dan Kota Dumai, sebelum akhirnya menyisakan Kampar dan Kuantan Singingi pada dini hari.
Data parameter cuaca mencatat suhu udara bertahan di angka 23 hingga 33 derajat Celsius diiringi kelembapan 55 sampai 100 persen. Angin berembus dari arah tenggara ke barat laut berkecepatan 10 hingga 35 kilometer per jam, sementara tinggi gelombang laut berada di rentang 0,5 sampai 1,25 meter yang diklasifikasikan dalam kategori rendah. ***