
PANGKALANKERINCI, GORIAU.COM - Masyarakat di Kecamatan Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan mayoritas warganya sangat mengharapkan adanya sumber air bersih di daerah tersebut. Hal itu terungkap saat anggota dewan yang berasal dari daerah pemilihan (Dapil) II melakukan reses di daerah tersebut.
"Masyarakat disana untuk kebutuhan mandi dan mencuci warga memakai air gambut yang berwarna merah,"ungkap salah seorang anggota DPRD Pelalawan dari Dapil II, Nazarudin Arnazh, Jumat (28/2/2014).
Diungkapkan Nazaruddin, selama ini untuk memenuhi kebutuhan masak dan minum, masyarakat di Kuala Kampar harus membeli air isi ulang yang harganya sangat mahal.
"Harga eceran setiap galonnya Rp 7.000, dengan kebutuhan rata-rata per kepala keluarga bisa mencapai 5 galon setiap harinya,"ungkapnya.
Dikatakan Nazaruddin, yang juga ketua Fraksi PAN DPRD Pelalawan ini menyampaikan, bahwa saat dirinya reses ke Desa Tanjung Sum, Kecamatan Kuala Kampar, di sana keluhan masyarakat tersebut disampaikan.
"Masyarakat mengatakan, bahwa beberapa titik sumur bor milik warga di desa tersebut banyak yang rusak dan tidak bisa dipakai karena air yang keluar masih sama seperti air gambut,"jelasnya.
Nazaruddin menyebutkan, memang ada bantuan dari Pemda Pelalawan untuk pembangunan sumur bor, tapi karena kurang dalam sehingga airnya masih sama seperti dengan air gambut.
"Sumur bor yang dibangun pemerintah tidak bagus, masih terasa payau dan keruh, parahnya lagi sumur bor bantuan Pemda hanya bertahan beberapa bulan saja, akibat amblas kebawah dan akhirnya rusak,"terangnya.
Nazaruddin membandingkan, pembangunan sumur bor di desa yang dibangun oleh swasta dengan kedalaman 91 meter bisa mengeluarkan air yang begitu jernih dan saat ini air itu layak dikonsumsi.
"Jadi sebenarnya bukan tidak bisa di bor dan tidak keluar airnya, tapi Pemda harus maksimal melakukan pengeboran, dan kedalamannya setidaknya mencapai 100 meter sehingga air yang dihasilkan bisa ber manfaat,"tutupnya.(rkn)