
PEKANBARU, GORIAU.COM - Kepala daerah yang baru dilantik biasanya identik dengan mutasi di lingkungan kerjanya. Untuk Riau sendiri, kemungkinan besar itu akan terlaksana dua atau tiga bulan mendatang.
Hal ini disampaikan Gubernur Riau, H Annas Maamun saat ditanyakan kapan akan melakukan mutasi terhadap pejabat di Lingkungan Pemprov Riau. "Lihat saja dua atau tiga bulan lagi, itu akan terjadi," kata Annas sambil tersenyum.
Ketidakhadiran Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Riau, Zulkifli Yusuf pada rapat membahas Karhutla di Ruang Rapat Gubernur Riau, beberapa hari lalu cukup membuat Annas Maamun 'naik pitam'.
Dimana sebelum memimpin rapat, Annas melakukan absen satu per satu dan mendapati bahwa Zulkifli Yusuf tidak hadir. "(Zulkifli, red) baru malam itu tak datang, tapi kita lihat saja dua atau tiga bulan lagi," ujar Annas.
Dirinya akan memantau perkembangan terkait kinerja dan kedisplinan para pejabat di Lingkungan Pemprov Riau. Setelah dua atau tiga bulan baru dilakukan evaluasi dan mutasi pejabat.
Katanya lagi, jika yang bersangkutan bagus akan dipertahankan. "Sementara yang kurang bagus ya tidak dipakai," tandas mantan Bupati Rokan Hilir ini.
Dirinya menginginkan pejabat yang benar-benar total dalam bekerja dan mengabdi. Untuk itu juga dia menerapkan sistem kerja setiap hari, termasuk Sabtu dan Minggu.
Artinya, semua pejabat harus standby jika sewaktu-waktu dibutuhkan. Sehingga keluar aturan lisan darinya bahwa pejabat tidak boleh keluar kota, baik pada hari kerja maupun hari libur. Jika ingin keluar kota, misalnya ke Jakarta harus mendapat persetujuan dulu darinya.
Jika tidak, maka pejabat yang bersangkutan harus siap-siap diberhentikan. Hal ini ternyata memang sudah diberlakukannya sejak memimpin Kabupaten Rokan Hilir mulai periode pertama.***