
PEKANBARU - UPT Museum dan Taman Budaya Disdikbud Riau, menyakan komitmennya untuk mengembangkan kesenian berbasis kebudayaan Melayu demi mensukseskan Visi Misi Riau 2020.
Hal tersebut diungkapkan KUPT Museum dan Taman Budaya Sri Mecka kepada GoRiau.com, usai menggelar silaturahim dan kunjunganya ke Kantor Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau.
"Insya allah kita akan tetap komit mengembangkan dan membangkitkan kesenian kita, yang tentunya berbasis dengan budaya melayu. Atas inisiatif saya sendiri, kami dan rombongan sengaja datang bertemu dengan para tokoh Lembaga Adat Melayu, dan alhamdulillah kita dapat banyak sekali pencererahan serta nasehat-nasehat yang positif untuk kemajuan kesenian dan kebudayaan Melayu," ungkap Sri Mecka, Senin (18/01/2016).
Sri Mecka juga menambahkan, dari hasil pertemuan tersebut, dirinya dan beberapa tim yang hadir akan segera melaporkan ke Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Riau, sekaligus membahas semua gagasan dan ide-ide yang tercetus dalam acara silaturahim dengan LAM Riau.
"Kita dapat banyak sekali masukan, dan seperti yang sudah kita paparkan dari awal, bahwa kita akan menyelenggarakan beberapa iven dalam rangka memperingati hari jadi Provinsi Riau tahun ini. Dari semua masukan akan kita bicarakan dengan pak Kadis dan kemudian menindak lanjuti usulan dan ide-ide tersebut," tukasnya.
Menurutnya ini adalah langkah awal pihaknya untuk memajukan budaya termasuk juga persoalan museum yang selama ini lebih dikenal sebagai tempat yang menyeramkan dan masih banyaknya kekurangan koleksi, pekerja maupun gaet-gaet Museum Sang Nila Utama.
"Untuk tahun ini kita akan tetap menggelar semua festival yang sudah kita susun dan kitta rencanakan, namun sesuai keinginan beliau-beliau untuk membuat satu wadah Festival Kebudayaan Melayu, insya allah akan kita laksanakan pada tahun 2017 mendatang. Yang jelas kita sudah punya landasan dan kedepan kita akan menyusun segala sesuatunya supaya kita benar-benar memiliki strategi budaya," tuturnya.
Ditempat yang sama, Ketua Harian Lembaga Adat Melayu Riau Al Azhar mengatakan, pihaknya sangat setuju dengan apa yang sudah dipaparkan, namun ia menekankan bahwa Riau sudah seharusnya memiliki strategi budaya.
"Selama ini kita tidak memiliki strategi budaya, ibaratnya seperti tangkap angkat, atau dimana kehendak disitu kita berbuat. Hendaknya UPT Museum dan Taman Budaya segera membuat kalender tetap dan membuat strategi untuk kemajuan kebudayaan yang berbasis melayu," jelasnya.
Iapun menjelaskan, bahwa di zaman Presiden sebelumya, sudah diwacanakan untuk membangun wisata budaya secara makro pada tataran nasional. "Saya rasa, dimasa SBY sudah ada rencana itu, namun di Riau sendiri belum pernah didiskusikan sebagai strategi kebudayaan di Riau," tukas Al Azhar.
Dirinya juga menghimbau, agar Disdikbud Riau benar-benar serius mengelola Museum, seperti yang sudah di cita-citakan para tokoh Riau.
"Orangtua kita, memberikan nama museum Sang nila Utama bukan secara kebetulan, tapi memang ada sejarah, nah apakah semua tahu siapa Sang Nila Utama. Jika museum ini dikelola dengan baik dan benar-banar sesuai cita-cita pendahulu kita, seharusnya Sang Nila Utama, sudah menjadi Museum Melayu terbesar di Asia," pungkasnya. ***