BANDUNG – Pecatur Indonesia MF Satria Duta Cahaya (2360) sukses memanfaatkan peluang di Indonesian GM Tournament 2025. Pada pertandingan babak ke-10 yang berlangsung di Hotel Mewangi Bandung, Jawa Barat, Minggu (23/2/2025), Satria Duta berhasil mengalahkan MIW Ivana Maria Laksana (2040).   

Dengan hasil ini, Satria Duta menambah 1 poin sehingga total meraih 7,5 VP dan memenuhi syarat meraih IM (Master Internasional) Norma yang ketiga sekaligus resmi menyandang gelar IM.

Menghadapi Ivana Maria, pecatur muda yang kini berusia 17 tahun Satria Duta memegang buah hitam. Dengan pertahanan Sisilian Dragon, Satria Duta sejak awal pertandingan langsung menahan lawan. Bahkan,dia mampu memanfaatkan blunder yang dilakukan Ivana Maria pada langkah ke-33 dan memaksanya menyerah pada langkah ke-38.

"Menang lawan Ivana Maria di babak ke-10 tentunya harapan yang saya inginkan untuk meraih nilai IM Norma yang ketiga terkabul. Dan,  saya bersyukur telah memenuhi persyaratan meraih gelar IM," tegas Satria Duta usai pertandingan.

Untuk pertandingan babak ke-11, pecatur kelahiran 17 Juli 2008 yang merupakan putra ketiga pasangan Aar Sumardiono dan Lala Mira Julia berjanji akan tetap tampil semangat meraih kemenangan lawan MIW  Latifah Lasya. Harapannya, dia dapat menambah nilai elorating yang dimiliki dalam Indonesian GM dan IM Tournament 2025.

Sedang pecatur Indonesia lainnya yaitu IM Nayaka Budhidharma  (2356) di babak 10 bermain remis atas pecatur Vietnam, WGM Nguyen Thi Mai Hung (Vietnam) 2216. Dengan hasil remis, Nayaka mengumpulkan nilai 7,5 VP melorot ke peringkat tiga karena kalah nilai Solkof dari Satria Duta diurutan dua.

Pimpinan klasemen sementara IM Tournament masih dipegang GM Vitaliy Bernadskiy  (Ukraina) yang memiliki elorating 2531 dengan nilai 8 setelah menang atas IM  Jan Emmanuel Garcia (Filipina).

GoRiau IM Yoseph T Taher saat bermain
IM Yoseph T Taher saat bermain remis melawan GM Sethuraman S.P. (PB Percasi)

Yoseph Taher Tertahan Posisi Dua

Sementara itu, IM Yoseph T. Taher hanya mampu bermain remis melawan pecatur India GM Sethuraman S.P. (2557). Dengan hasil remis pada babak ke-10 katagori GM, Yoseph mengumpulkan nilai 7 VP, kurang 0,5 VP untuk meraih nilai GM Norma yang perdana.

"Dalam pertandingan terakhir babak ke-11 saya bermain lawan pecatur Australia, GM Kuybokarov Temur (2550). Hal itu membutuhkan upaya Ektra keras, minimal bermain remis untuk mengantongi nilai 7,5 VP, " tegas IM Yoseph.

Sedang pimpinan sementara klasemen di kategori GM Tournament masih dipegang GM Safarli Eltaj (Azerbaijan) yang dalam pertandingan babak sepuluh menang lawan IM Aditya Bagus Arfan (2402).

Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PB Percasi, Kristianus Liem yang memantau langsung Indonesia GM Tournament 2025 menyatakan bangga pecatur muda Satria Duta meraih gelar Internasional Master (IM) di usia 17 tahun.

Dengan usia yang relatif muda, Satria Duta prestasinya bisa digenjot lebih cepat di event tingkat Internasional untuk meraih nilai GM Norma hingga mencapai gelar GM murni.

Sedang Yoseph Taher dalam GM Turnament kali ini membutuhkan perjuangan ekstra keras untuk meraih nilai GM Norma. Karena lawan yang dihadapi cukup tangguh datang dari Australia yaitu GM Kuybokarov Temur (2550).

"Namun bila Yoseph Taher berani bermain menyerang, tidak menutup kemungkinan buah putihnya bisa menekan pertahanan lawan. Minimal Yoseph bisa bermain seri untuk mendapat nilai GM Norma,” kata Kristianus Liem. ***