
BENGKALIS, GORIAU.COM - Banyak kalangan di Bengkalis mulai mempersoalkan komitmen PLN Ranting Bengkalis dalam melayani masyarakat. Pasalnya, sudah dua bulan lebih listrik mengalami pemadaman bergilir, bahkan lampu-lampu jalan di jantung kota sudah cukup lama tak lagi menyala.
Alasan kerusakan mesin memang cukup dimaklumi oleh masyarakat. Tapi kalau sudah berlarut-larut dan tidak terlihat progresnya hingga dua bulan lebih, wajar saja masyarakat mempertanyakan komitmen PLN.Separuh daya listrik yang disuplai PLN ke ribuan pelanggan di Bengkalis memang dibeli dari pihak ketiga (PT Kerta Bumi Tekindo). Sebagian mesin-mesin bertanaga solar miliak PLN memang tidak lagi berdaya untuk menghasilkan daya bagi memenuhi kebutuhan masyarakat di Bengkalis dan Bantan.
''Kita maklum kalau memang mesin milik pihak ketiga itu rusak. Kita manusia saja terkadang sakit apalagi mesin buatan manusia. Tapi kerusakan sudah berlangsung cukup lama, apa upaya yang dilakukan PLN selama ini, kok sepertinya hanya mematung, hanya  menunggu mesin kembali sehat,'' kesal tokoh masyarakat Bengkalis, H Efendi Buntat, Minggu (1/6/2014).
Kontrak seperti apa antara PLN dengan pihak ketiga yang dijalankan selama ini. Mustahil rasanya kata Buntat, kalau dalam klausul kontrak tidak dibunyikan, seperti pihak ketiga haurs secepatnya mencari mesin pengganti atau memperbaiki kalau sewaktu-waktu mesin yang ada mengalami gangguan.
 ''Mestinyakan ada jeda waktu kerusakan. Kalau rusaknya dua atau tiga hari atau paling lama seminggulah, mungkin masih bisa ditolerir, tapi bagaimana kalau sudah berbulan-bulan seperti ini, apakah PLN cukup berdiam dan menunggu saja,'' kesal Buntat.
Anggota DPRD Bengkalis, Sofyan turut menyayangkan pemadaan bergilir yang masih saja terjadi. Sofyan mendesak agar PLN segera mengambil langkah-langkah kongkrit terkait pemadaman bergilir.
''Di Bantan sudah bertahun-tahun lampu jalan dipasang tapi belum pernah dihidukan. Kemarin kita sempat optimis bakal hidup, karena ada daya tambahan 1 MW dari PT Meskom. Tapi sekarang, apa nak hidup lampu jalan di tengah kota saja sudah berbulan-bulan mati,'' ungkapnya.(jfk)