
DURI - Ternyata merdeka itu tidak hanya terbebas dari para penjejah. Bagi masyarakat Desa Beringin dan Desa Koto Pait, merdeka itu adalah terbebas dari musibah banjir dan debu yang berkepanjangan sejak 70 tahun silam.
Kedua Desa yang kini masuk dalam Kecamatan Talang Muandau ini, setahunnya bisa dua kali merasakan banjir akibat meluapnya air sungai yang ada di sekitar kedua Desa tersebut saat curah hujan tinggi.
Dikatakan Kepala Desa Suwandi, tidak hanya banjir, bahkan saat musim panas pun, warga sangat menderita dengan tebalnya debu dipinggiran Jalan yang beterbangan saat kendaraan melintas.
"Rasanya sekarang kami dapat mewujudkan kemerdekaan dari musibah banjir dan debu ini. Dengan adanya pemekaran Kecamatan ini, tentunya pembangunan di 9 Desa yang ada di sini akan lebih maksimal lagi dari sekarang. Soal banjir ini juga bisa diatasi," ujar Suwandi kepada GoRiau.com (GoNews Grup).
Selanjutnya, Kades yang disegani warga ini mengajak Bupati Bengkalis, Amril Mukminin beserta rombongan untuk meninjau lokasi banjir yang dimaksudkannya tadi.
Pantauan GoRiau.com saat meninjau lokasi banjir tersebut, ketinggian air mencapai 75 cm atau melebihi lutut orang dewasa. Beberapa kendaraan yang melintas terpaksa bergantian dari lawan arah karena diketahui kondisi Jalan yang baru di perbaiki tersebut juga sudah ada beberapa titik yang rusak.
Sebagian masyarakat yang melintas dengan sepeda motor, orang yang diboncengi terpaksa turun dan berjalan kaki sampai di titik air yang tidak dalam. Terlihat juga ada masyarakat yang memanfaatkan lokasi banjir itu untuk memancing.
"Saat ini bersama kita juga hadir Plt Kadis PUPS beserta stafnya, ada juga kepala bagian ULP. Kita berharap, masalah ini menjadi catatan penting untuk dimasukan dalam usulan tahun depan. Kita berharap, masyarakat Desa Beringin dan Koto Pait ini tidak terkena banjir lagi," ujar Bupati Bengkalis, Amril Mukminin didampingi Plt Kadis PUPR Bengkalis, Tajul Mudarris disela kunjungannya. *** #Klik di Sini Baca Berita BENGKALIS