BENGKALIS, GORIAU.COM -Wakil Bupati Bengkalis, H Suayatno berkomentar usai dirinya dan Bupati Bengkalis Herliyan Saleh didemo masyarakatnya sendiri. Namun Suayatno menyikapinya dengan tenang. Suayatno menilai aksi demo yang dilakukan masyarakat merupakan sebuah dinamika dalam berdemokrasi. Pihaknya tidak berdiam diri dan akan membenahi kinerja aparatur serta program pembangunan dan akan tetap fokus kepada kepentingan masyarakat.

''Saya memberikan apresiasi terhadap aksi demo yang disampaikan masyarakat sebagai sebuah dinamika berdemokrasi. Saya juga bersyukur selama aksi berlangsung, tidak ada tindakan anarkis atau yang merugikan banyak pihak dan aksi tersebut menjadi perhatian kita untuk terus membenahi pemerintahan dan program pembangunan,'' ungkapnya, Selasa (25/9/2012).

Dikatakannya, kritikan yang disampaikan masyarakat akan dijadikan koreksi dan evaluasi terhadap kinerja yang sudah berjalan selama ini. Dalam sebuah sistem pemerintahan diakuinya, jelas tidak terlepas dari kekurangan dan itulah yang akan diperbaiki ke depannya.

Ia juga tidak alergi dengan setiap kritik dan saran yang disampaikan.Terkait persoalan pembangunan yang dikeluhkan masyarakat, khususnya soal infrastruktur, tentu tetap menjadi prioritas pembangunan daerah. Contohnya seperti peningkatan jalan Bantan yang rusak, pembangunan sejumlah jalan poros dan lingkar melalui sistem multiyears.

''Memang ada sedikit keterlambatan. Ini juga akan menjadi evaluasi kita sekaligus pembenahan terhadap kinerja aparatur yang ada. Pemkab Bengkalis juga menggulirkan cukup banyak program pembangunan yang menyentuh langsung masyarakat, seperti Jamkesmasda, ADD, UED SP serta di sektor pendidikan,'' bebernya.

Ditanya soal tuntutan pendemo yang menginginkan dirinya bersama Bupati diberhentikan, Wabup menyebutkan hal itu ada mekanisme dan prosedurnya. Yang terpenting, tambahnya, dirinya bersama Bupati tetap mempunyai iktikat baik untuk membangun Bengkalis, walau belum maksimal.

''Apa yang kami buat adalah kepentingan masyarakat, kekurangan yang ada akan terus dibenahi, sehingga nanti masyarakat menikmati hasil dari pembangunan itu sendiri. Soal tuntutan mundur itu ada mekanisme serta aturan mainnya,'' jelasnya. (jfk)