DURI - Pemerintah melalui Kementrian Kesehatan telah mencanangkan Getting Three Zeroes antara lain dengan menurunkan jumlah kasus baru HIV, menurunkan kematian penderita AIDS dan menurunkan stigma dan diskriminasi di tengah masyarakat terhadap penderita HIV AIDS (ODHA).

Menurut Bupati Bengkalis, Amril Mukminin melalui Kepala Dinas Kesehatan, Mohammad Sukri, saat ini masih ada stigma dan diskriminasi terhadap penderita AIDS. Dan penyakit ini masih dianggap sebagai penyakit nista sehingga banyak orang yang memiliki risiko tertular HIV AIDS merasa malu dan takut serta enggan untuk memeriksakan diri.

Baca Juga: Jangan Pikir Pakai Kondom Bisa Terbebas dari Virus HIV dan AIDS

Baca Juga: Penderita HIV dan AIDS di Bengkalis Capai 350 Kasus

"Kita harus stop diskriminasi terhadap pasien HIV AIDS ini. Hal ini sangat diperlukan dukungan terutama orang tua dan orang terdekat. Selama masih ada stigma dan diskriminasi kasus HIV tidak akan turun," ujarnya kepada GoRiau.com (GoNews Grup), Selasa (27/12/2016) di Duri.

Dalam hal ini, lanjut Sukri lagi, Pemerintah Kabupaten Bengkalis telah melaksanakan berbagai program antaralain pertama, promosi kesehatan kepada masyarakat umum dan kelompok berisiko dengan melibatkan Lembaga Sosial Masyarakat (LSM), Organisasi Masyarakat, Kelompok Masyarakat Peduli AIDS dan Badan Internasional yakni Global Fan Komponen AIDS dalam memberikan bantuan program maupun pendanaan.

Kedua, melakukan konseling dan testing yakni klinik VCT (Voluntary Counselling and Terting) di RSUD Bengkalis, RSUD Mandau, UPT Puskemas Duri Kota, Sebanga, Balai Makam, Sungai Pakning dan Batu Panjang.

Ketiga, memberikan pelayanan, perawatan dan pengobatan penderita HIV AIDS yakni di Klinik Care Support Treadment (CST) di RUSUD Bengkalis dan RSUD Mandau serta Klinik CST Satelit UPT Puskesmas Duri Kota.

Keempat, memberikan pelayanan Infeksi Menular Seksual (Klinik IMS) di UPT Puskesmas Bengkalis, Bantan, Muara Basung, Sebangar dan Rupat Utara.

"Program-program tersebut sudah berjalan dengan baik namun dalam pelaksanaan masih terdapat kekurangan yang perlu ditingkatkan agar masyarakat dapat dengan mudah untuk mendapatkan pelayanan yang baik terutama bagi kelompok-kelompok berisiko dan bagi yang telah positif HIV," tutur Sukri.

Masih dipaparkan Sukri, penyebab utama kematian penderita AIDS atau ODHA disebabkan karena penyakit Tuberkulosis atau TB, sedangkan penderita TB dapat diobati dan disembuhkan, dengan demikian kedua program ini harus dikolaborasikan sehingga penyebaran penyakit TB dapat di kendalikan dan kematian penderita AIDS dapat ditanggulangi. *** #BENGKALIS