JAKARTA - Anggota MPR RI Fraksi Gerindra, Sodik Mudjahid mengatakan bahwa seluruh rakyat Indonesia terutama para generasi muda bangsa harus bangga memiliki Pancasila sebagai ideologi dasar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Mengapa kita sebagai bangsa Indonesia mesti bangga, sebab Pancasila mampu menjadi perekat yang kuat seluruh bangsa Indonesia yang sangat beragam. Pancasila mampu membawa seluruh bangsa Indonesia berbicara dan berbuat dengan tujuan persatuan dan kesatuan bersama dalam wadah NKRI,” katanya.

Hal tersebut diungkapkannya saat menjadi narasumber Sosialisasi Empat Pilar MPR yang dipandu moderator Plt. Kepala Bagian Pemberitaan, Hubungan Antarlembaga dan Layanan Informasi Biro Humas Setjen MPR RI Budi Muliawan, dengan dihadiri seratus lebih peserta mahasiswa dan mahasiswi serta dosen pendamping Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara (STIA LAN) Bandung, Jawa Barat, di Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (18/11/2019).

Pancasila, lanjut Sodik, menjadi begitu istimewa dan khas karena bangsa-bangsa di dunia hanya mengenal dua aliran ideologi yang satu sama lain saling bertolak belakang. Yakni, negara-negara yang berpaham ‘kanan’ yang mengambil agama sebagai landasan ideologi dan hukum seperti Arab Saudi dan Vatikan. Lalu ada negara berpaham ‘kiri’ atau sekuler yang tidak membawa nilai-nilai agama sama sekali dalam ideologinya dan di dalam kehidupan berbangsa dan bernegaranya.

“Sedangkan Indonesia memiliki Pancasila. Dengan Pancasila, Indonesia ada di tengah-tengah, tidak kanan dan tidak pula kiri. Inilah yang membuat Pancasila begitu sangat unik dan khas. Di dalam Pancasila terdapat berbagai nilai seperti nilai-nilai agama. Bukan hanya satu agama tapi lebih dari satu agama dan banyak kepercayaan serta adat istiadat. Lalu ada nilai kemanusiaan, budaya yang semuanya sangat lengkap dan saling melengkapi,” terangnya.

Diungkapkan Sodik, begitu mulianya Pancasila karena memang merupakan karakter asli bangsa Indonesia. “Bung Karno sendiri mengatakan bahwa Pancasila itu lahir dari tanah air Indonesia, dari perut bumi Indonesia sendiri. Pancasila digali dari nilai-nilai agama dan adat budaya yang ada di Indonesia,” ucapnya.

Pernyataan serupa juga disampaikan narasumber lainnya yakni anggota Fraksi Partai Golkar MPR Nurul Arifin. Pancasila adalah kebanggaan seluruh bangsa Indonesia dimanapun berada, sebab memang pancasila tak diragukan lagi sebagai elemen pemersatu seluruh bangsa Indonesia.

Ditambahkan Nurul, begitu mulia kiprah dan peran Pancasila bagi persatuan rakyat Indonesia, tapi di sisi lain masih saja sering terdengar banyak pernyataan-pernyataan yang meragukan Pancasila, antara lain kenapa harus Pancasila yang menjadi the way of life bangsa Indonesia dan kenapa Pancasila yang mesti dibanggakan.

Padahal, negara-negara luar banyak yang mengapresiasi, kagum bahkan iri dengan Pancasila. Banyak sekali warga Indonesia yang hidup di negara luar bangkit rasa bangganya dan nasionalismenya, karena kekaguman bangsa-bangsa lain terhadap Pancasila.

“Sewaktu saya mengikuti pelatihan di United States Capitol, Washington DC, Amerika Serikat bersama dengan perwakilan negara-negara lain, di sana saya banyak mengetahui dari diskusi dengan mereka bahwa mereka iri dengan ideologi Pancasilanya Indonesia, lebih tepatnya hormat,” ujarnya.

Hormat, apresiasi dan kekaguman negara-negara lain, lanjut Nurul, adalah karena melihat Indonesia adalah sebuah negara yang sangat beragam, perbedaannya luar biasa mulai dari agama, kepercayaan, ras, suku, budaya, adat istiadat, bisa bersatu dan mampu melaksanakan demokrasi dengan sangat baik.

“Dari kekaguman tersebut, mereka ingin belajar dari Indonesia bagaimana Pancasila mampu melakukan itu semua. Mereka ingin memiliki persis seperti Pancasila yang mampu menyatukan warga negaranya. Untuk itulah, saya sangat berpesan kepada generasi muda, banggalah karena memiliki Pancasila. Setelah bangga, internalisasikan dalam diri masing-masing, lalu mnejadi aksi atau implementasi dalam kehidupan sehari-hari, jadilah anak bangsa yang Pancasilais dengan aksi nyata,” tandasnya. ***