
PEKANBARU - Tender proyek lapangan tenis senilai Rp1,030 miliar yang dikerjakan oleh CV Riau Jaya Perkasa dan proyek renovasi kamar mandi alias WC Rp1,070 miliar yang dikerjakan CV Putri Sribunga di komplek Gedung DPRD Riau, diduga masuk tanpa sepengetahuan anggota dewan. Banyak pegawai di sekretariat Dewan pandai memasukkan anggaran secara sendiri.
Hal itu diakui oleh anggota Komisi A DPRD Riau H. Sugianto. Sugianto mengatakan, proyek-proyek besar tersebut terkesan melukai hati rakyat dan membawa nama anggota dewan seolah-olah yang menginginkan.
"Secara manfaat proyek lapangan tenis ini tidak bermanfaat, masih banyak kegiatan lain yang perlu didanai. Saya kira Pemprov masih perlu mendistribusikan kegiatan-kegiatan penting ke masyarakat," ulas Sugianto, Kamis (18/8/2016).
Alasan harus selesainya proyek pengatapan lapangan tenis agar bangunan ini dihitung sebagai aset. Sugianto mengatakan, tidak menjadi pembenaran kalau proyek ini harus disegerakan. Sebab masih ada aset penting, salah satunya mess DPRD Riau di Jalan Thamrin Pekanbaru, jutru tidak diurus sama sekali.
"Kedepannya, kami Komisi A benar-benar ketika membuat anggaran terutama di Sekretariat Dewan yang menjadi Tupoksi kami, diawasi. Banyak pegawai di Sekwan pandai-pandai memasukkan anggaran, tanpa sepengetahuan. Kedepan akan kami perketat, biar tidak menciderai hati rakyat," kata dia lagi.
Sementara soal proyek renovasi WC di DPRD Riau yang juga menguras APBD tidak sedikit, sepanjang anggarannya masuk akal, masih bisa dibenarkan. Tapi kalau itu hanya untuk seremonial, perlu dicurigai.
"Saya justru ingin tahu tujuan renovasi, kalau katanya karena WC tidak bersih, itu bukan alasan dilakukan renovasi. Kebersihan itu tergantung pada cleaning service. Di DPRD Riau ini ada sekitar 40 CS, dan itu juga dianggarkan sebesar Rp700 juta setiap tahun, kemana dananya?," tanya dia.
Sugianto justru ingin tahu siapa sebenarnya pihak ketiga pengelola kebersihan kamar mandi di DPRD Riau. "Kemana tenaga kebersihan, anggaran besar kok kerjanya tidak beres," lanjutnya. ***