PEKANBARU, GORIAU.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau masih menyisakan hutang ratusan miliar kepada kontraktor Kerjasama Operasi (KSO) Pembangunan Main Stadium (Stadion Utama Riau). Hingga saat ini, belum ada kepastian atau kejelasan mengenai pembayarannya.

Saat hal ini ditanyakan kepada Gubernur Riau (Gubri), H Annas Maamun, dirinya menjawab akan memikirkan dan perlu pengkajian kembali dengan tim. Selain dibangun sebelum pemerintahannya sebagai gubernur, Gubri juga tidak ingin nantinya akan berbenturan dengan hukum.

"Saya akan pelajari terlebih dahulu, tidak mungkin langsung bayar saja," kata Gubri yang artinya Pemprov Riau tetap komit untuk pembayaran hutan tersebut.

Setidaknya ada tiga kontraktor KSO yang menangani pembangunan Stadion Utama Riau, diantaranya PT Waskita Karya, Adhi Karya dan Pembangunan Perumahan. "Kita akan pelajari agar pada waktunya nanti tidak berbenturan dengan hukum," ujar Gubri.

Selain menjelaskan mengenai pembayaran hutan, Gubri juga mengkritik kondisi stadion yang tidak terawat dengan baik. Menurutnya, taman-taman di sekitar stadion juga perlu ditata ulang kembali.

Stadion Utama Riau dibangun pada masa Pemerintahan Rusli Zainal sebagai persiapan Riau menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII 2012 lalu. Dimana stadion tersebut difungsikan sebagai lokasi pembukaan dan penutupan PON.

Di situ juga pernah dilangsungkan pertandingan babak penyisihan Piala AFC U-23 saat Riau ditunjuk menjadi tuan rumah bersama Stadion Kaharuddin Nasution, Rumbai, Pekanbaru, Riau.***