PEKANBARU - Pemerintah Kota Pekanbaru terus berupaya melakukan terobosan dalam membangun Sumber Daya Manusia dibidang pendidikan berbasis masyarakat madani. Diharapkan dapat membentuk pembangunan karakter akhlak bagi anak didik sekolah di Kota Bertuah.

Keinginanan Walikota Pekanbaru, Dr H.Firdaus ST MT sebentar lagi bakal dapat diwujudkan melalui pembangunan Sekolah Menengah Pertama madani. Sekolah umum setara dengan pondok pesantren yang didirikan di Jalan Kasah, Marpoyan Damai ini, sebagai salah satu langkah untuk menjawab minimnya dunia pendidikan yang dimiliki di Kota Pekanbaru.

''SMP Madani merupakan sekolah yang setara dengan pesantren, kurikulum yang dipakai direncanakan menggunakan kurikulum terpadu, artinya akan ditambah dengan muatan-muatan ilmu agama yang lebih padat. Hanya saja kami tidak menyebut pesantren, tapi lebih mengacu kepada SMP Madani, karena kurikulum SMP tetap digunakan penuh,'' kata Walikota.

https://www.goriau.com/assets/imgbank/27032016/smpmadani2-4180.jpgPeresmian pembangunan gedung SMP Madani Pekanbaru.

Pembangunan sarana dan prasarana sekolah dimaksudkan juga untuk meningkatkan daya tampung untuk memberi peluang semakin besar bagi anak usia sekolah. Lebih khusus, sekolah yang berdiri di atas tanah dua hektar ini, juga diperuntukkan para hafiz. Tujuannya jelas membangun generasi muda berakhlak baik, mantap iman, baik ibadah, dan cerdas, dalam ilmu pengetahuan, serta teknologi.

Begitu jeniusnya pemikiran yang dicetuskan Walikota Firdaus, mendapat apresiasi dari kalangan legislator DPRD Kota Pekanbaru. Salah satunya disampaikan Masni Ernawati, yang berharap agar SMP Madani tidak memilih atau membedakan siswa yang miskin dan menyandang disabilitas agar bisa bersekolah.

https://www.goriau.com/assets/imgbank/27032016/smpmadani3-4179.jpgPeresmian pembangunan gedung SMP Madani Pekanbaru.

Dibangunnya SMP Madani melalui dana APBD Kota Pekanbaru secara multiyears, kata Masni, diharapkan juga bisa menjawab kebutuhan masyarakat yang berekonomi lemah agar terbantu dalam menyekolahkan anak-anaknya.

''Karena berapa banyak anak yang memiliki kemampuan, namun harus putus sekolah karena tidak ada biaya. Demikian pula terhadap anak yang cacat, harus disamakan, jangan dibeda-bedakan,'' katanya.

https://www.goriau.com/assets/imgbank/27032016/smpmadani4-4178.jpgWalikota menyampaikan sambutan pada peresmian gedung SMP Madani.

Tidak hanya itu, Masni juga beharap agar sekolah itu nantinya memiliki guru yang andal dengan tidak menyampingkan guru yang ada di Kota Pekanbaru. Inti dari sekolah pemerintah itu, bagaimana agar bermanfaat bagi masyarakat dan bisa bersaing dengan sekolah lain.

Untuk memperkuat keberadaan SMP Madani ini, DPRD Kota Pekanbaru dan Pemerintah Kota Pekanbaru telah sepakat mengesahkan Perda SMP Madani melalui rapat paripurna, Senin (21/3/2016).

Juru Bicara Panitia Khusus Perda SMP Madani DPRD Kota Pekanbaru Hj Desi Susanti SSos menyampaikan, DPRD telah melakukan kajian secara matang terhadap Ranperda yang diajukan Pemko Pekanbaru tersebut.

https://www.goriau.com/assets/imgbank/27032016/smpmadani5-4177.jpgWalikota meninjau proyek pembangunan gedung SMP Madani.

''SMP Madani guna mewujudkan Visi Walikota Pekanbaru untuk menjadikan Pekanbaru Kota Madani. Maka SMP ini nantinya menekankan kepada tahfiz dan menciptakan SDM yang Qurani,” kata Desi.

Dalam pembahasan Ranperda SMP Madani ini, Desi memaparkan Pansus memberikan beberapa catatan diantaranya, keberadaan SMP Madani ini nantinya diharapkan memperhatikan aspek keadilan, tidak ada diskriminatif terhadap pendidikan lainnya.

''Juga perlu diperhatikan aspek pembiayaan agar tidak bertentang dengan Undang-Undang, seperti pengelolaan dana BOS dan penempatan guru," terangnya.

Wakil Walikota Pekanbaru Ayat Cahyadi Ssi mengaku sangat berterima kasih kepada Pansus DPRD Kota Pekanbaru yang telah bekerja keras membahas ranperda tersebut hingga bisa disahkan.

https://www.goriau.com/assets/imgbank/27032016/smpmadani6-4176.jpgWakil Walikota menerima draf pengesahan Perda SMP Madani dari Ketua DPRD Kota Pekanbaru.

Sumber Daya Manusia (SDM) handal, katanya, merupakan modal besar untuk pembangunan daerah, urusan pendidikan merupakan urusan wajib, maka perlu ada aturan hukum untuk SMP Madani ini. “SMP Madani ini adalah sekolah tahfiz Quran. Menciptakan SDM yang Qurani. Dengan demikian, tercipta SDM yang berkualitas dengan beriman dan memahami Alquran,'' tutur Ayat Cahyadi.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Abdul Jamal memastikan pekerjaan pembangunan SMP Madani dan SMK Teknologi sesuai progres dan target awal, sejauh ini untuk progres sudah mencapai 80 persen. Menurut dia, untuk mewujudkan hal itu tentu harus dengan rencana dan persiapan serius terutama dalam hal meningkatkan SDM guru, melalui pelatihan-pelatihan, sarana dan prasarana yang baik, fasilitas dan kualitas pendidikan.

''Untuk progres berdasarkan informasi yang kami terima sudah 80 persen, untuk penerimaan siswa baru kemungkinan untuk sementara akan ditumpangkan dahulu, karena masih ada yang harus diselesaikan," kata Abdul Jamal. ***