
PEKANBARU - Satuan Reserse Narkoba Polresta Pekanbaru, Riau, menangkap tiga orang terduga bandar narkoba. Satu diantaranya terpaksa ditembak, karena berusaha kabur. Dari tangan mereka, polisi menyita sabu-sabu dengan berat hampir 1 Kilogram.
R (28), pria asal Aceh ini keok diterjang timah panas aparat, tepat di kaki kanannya. Pelaku ditangkap Kamis (7/4/2016) malam tadi ditempat persembunyiannya, Jalan Purwodadi, Kecamatan Tampan, Pekanbaru.
Sebelum menciduk R, polisi terlebih dahulu membekuk dua orang bandar narkoba lainnya yang ditenggarai satu koloni dengan dia. Mereka berinisial N (31) dan RP (33). Keduanya diamankan dari Jalan Purwodadi, Sidomulyo Barat, Tampan.
Wakapolresta Pekanbaru, AKBP Sugeng Putut Wicaksono, melalui Kasat Narkoba, Kompol Iwan Lesmana Riza, Jumat (8/4/2016) pagi mengatakan, dalam penangkapan ini pihaknya menyita 25 bungkus sabu siap edar dengan berbagai ukuran. Jika ditotal, berat kotornya hampir 1 Kilogram.
"Selain sabu, kita juga mengamankan alat isap sabu, timbangan digital, plastik kosong pembungkus sabu dan handphone. Narkoba tersebut sudah dipecah-pecah menjadi paket besar, sedang dan paket kecil. Kalau ditaksir harga jualnya mencapai miliaran Rupiah," kata Iwan.
Dugaan awal, R ini adalah sindikat pengedar narkoba antar provinsi. Bisa jadi sabu-sabu ini dipasok dari provinsi lain dan dikirim melalui jalur darat untuk selanjutnya diedarkan di Kota Pekanbaru dan sekitarnya. "Kita masih kembangkan lagi terkait jaringan mereka," tegasnya.
R ini, kata Iwan, terpaksa ditembak di kaki kanannya lantaran berusaha melarikan diri ketika polisi memintanya menunjukkan tempat dia menyembunyikan barang bukti lainnya. "Kita sudah lepaskan tembakan peringatan, namun tidak dihiraukan," tukasnya. ***