PEKANBARU – Kisah pilu tentang nasib siswa SDN 002 di Desa Tanjung, Kecamatan Koto Kampar Hulu, Kabupaten Kampar, membuat banyak kalangan merasa miris.

Betapa tidak, sudah bertahun-tahun siswa di sekolah itu terpaksa belajar di bangunan bekas WC. Selama itu pula, tidak ada perhatian dari pemerintah bae tempat, khususnya dari instansi terkait.

"Sungguh tak pantas, siswa belajar dalam ruangan bekas WC. Bagaimana mereka bisa belajar dengan maksimal?," tegas pengamat pendidikan dari Universitas Islam Riau (UIR) Prof Dr Hj Zetriuslita, SPd, MSi, Kamis (13/6/2024).

Menurutnya, apa yang terjadi di SD itu sungguh membuat masyarakat menjadi miris. Apalagi mengingat hal itu masih terjadi saat ini, di mana pemerintah seharusnya betul-betul memperhatikan dunia pendidikan.

Ditegaskannya, dari kacamata dunia pendidikan, apa yang terjadi di SDN 002 di Desa Tanjung, Kecamatan Koto Kampar Hulu, harus segera dituntaskan. Khususnya oleh pemerintah setempat melalui instansi terkait.

"Jangankan siswa, guru juga pasti tidak nyaman dalam mengajar. Intinya, masalah ini harus segera dibenahi," tegasnya lagi.

Evaluasi Bawahan

Selain itu, Zetriuslita juga menyorot sikap Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kampar, yang dikabarkan menegur Plt Kepala SDN 002, karena mengekspos kondisi sekolah itu ke media massa.

Seperti dirilis sejumlah media, teguran diberikan karena sikap kepala sekolah dinilai telah mencoreng nama baik Dinas Pendidikan Kampar.

"Sikap seperti ini tentu sangat kita sayangkan. Ini juga menjadi perhatian serius bagi Bupati Kampar untuk mengevaluasi bawahannya. Masa malunya saja yang diperhatikan. Tapi tidak berbuat apa-apa dengan tugas yang menjadi tanggung jawabnya," ujarnya.

"Saya pikir, tujuan kepala sekolahnya positif. Masyarakat juga marah bila ada pejabat yang sikapnya seperti ini," tegasnya lagi.

Menyikapi permasalahan ini, Zetriuslita menyarankan semua pihak terkait segera berdiskusi mencari jalan keluar terbaik. Yang pasti, penambahan ruang belajar disekolah itu, harus segera direalisasikan. "Jadi baik guru maupun siswa sama-sama nyaman dan fokus dalam melaksanakan aktivitas belajar mengajar, " tambahnya.

Selain itu, komunikasi yang harmonis dan baik antara Disdik dan sekolah, harus dibina dan ditingkatkan. Supaya kejadian serupa tidak terulang lagi. Jangan sampai, hati masyarakat jadi cidera karena permasalahan seperti ini, pungkasnya. ***