KAMPAR - Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Kampar, Aidil, memanggil dan menegur pelaksana tugas (Plt) Kepala SD Negeri 002 Desa Tanjung, Kecamatan Koto Kampar Hulu, Apriwardi, pada Senin lalu (10/6/2024).

Dikutip dari Liputan6.com, Apriwardi mengungkapkan, pemanggilan dan teguran terhadap dirinya terkait beredarnya berita dan foto siswa SDN 002 Tanjung yang belajar di ruang bekas WC atau toilet.

"Dia bilang kenapa berita macam itu, malu saya sebagai Kadis. Saya jawab, memang faktanya seperti itu, Pak," kata Apriwardi, Rabu siang (12/6/2024), seperti dikutip dari Liputan6.com.

Apriwardi menyatakan, tidak ada yang dilebih-lebihkan dengan keadaan pembelajaran di tempatnya. Faktanya memang begitu, karena ruangan yang ada tidak sanggup menampung semua murid.

"SDN 002 ini cuma ada 9 ruangan, muridnya ada 223 orang, ruangan kurang sehingga terpaksa bekas WC dijadikan tempat belajar anak-anak," jelasnya.

Apriwardi menyampaikan kepada Kadisdik Kampar, bahwa pihak sekolah sudah dua kali memasukkan proposal pembangunan ruangan baru. Namun, sampai saat ini belum juga diakomidir.

"Saya bilang ke Beliau (Kadis), kami sudah masukkan proposal di tahun 2002 dan 2003," ujarnya.

Merasa Malu

Pihak sekolah sempat mempunyai secercah harapan ketika ada orang dari Disdik Kampar turun dan melakukan pengukuran tanah, yang menyatakan untuk membangun dua ruangan belajar baru. Tapi, belum ada realisasinya sampai sekarang.

"Mau tak mau, terpaksa bangunan bekas WC dijadikan tempat belajar anak-anak," katanya.

Sambung Apriwardi, Kadisdik Kampar Aidil, menyatakan keberatan dengan penyebutan ruangan bekas WC. Aidil merasa malu dengan viralnya SDN 002 yang kondisinya memprihatinkan itu.

"Kadis bilang ke saya, ke depannya jangan seperti itu, dia bilang malu. Tentu saya lebih malu, karena banyak orangtua yang komplain, tak mau anaknya belajar di ruangan itu," sebut Apriwardi.

Sudah Lima Tahun

Sebelumnya diberitakan Goriau.com, siswa SDN 002 Desa Tanjung, Kecamatan Koto Kampar Hulu, Kabupaten Kampar, terpaksa mengikuti kegiatan belajar mengajar di ruangan bangunan bekas WC. Kondisi ini sudah berlangsung lima tahun belakangan.

Plt Kepala SDN 002 Tanjung, Apriwardi, mengatakan hal itu terjadi karena jumlah ruangan di sekolah itu tidak mampu menampung semua siswa.

“Anak-anak belajar di ruangan bekas WC itu sudah lama, sejak lima tahun lalu. Ruangan itu dipakai siswa kelas satu,” katanya, Selasa (11/6/2024), seraya menambahkan siswa yang belajar di ruangan itu ada sebanyak 18 orang.

"Secara keseluruhan, SDN 002 ini ada 9 kelas, jumlah muridnya 223 orang. Tapi karena ruangannya kurang, terpaksa bekas WC yang dijadikan tempat belajar,” katanya.

Sementara itu, guru SDN 002 juga tidak memiliki ruangan sendiri, karena dipakai untuk ruangan kelas.

“Untuk para guru, terpaksalah kami tempatkan di perpustakaan, ukurannya sempit juga. Jumlah gurunya ada sebanyak 22 orang,” terangnya.

Menurut keterangan Apriwardi, pihak sekolah telah mengajukan proposal ke Dinas Pendidikan Kampar untuk penambahan ruangan kelas. Namun, sudah bertahun-tahun diajukan, permintaan sekolah tak kunjung dikabulkan.

“Proposal ke Disdik sudah kita ajukan, sejak tahun 2022, untuk penambahan kelas. Sempat didatangi orang dinas juga, namun setelah itu tak ada lagi kabarnya,” tuturnya. ***