PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau bergerak cepat menata infrastruktur demi mengurai kepadatan lalu lintas di pusat Kota Bertuah. Langkah strategis ini dilakukan dengan menggeser fasilitas umum yang dinilai mempersempit ruang gerak kendaraan pada jalur satu arah.

Fokus penataan kali ini menyasar pada Gardu Hubung (GH) 05 Annur yang berdiri di pinggir Jalan Sultan Syarif Kasim. Fasilitas kelistrikan tersebut bakal segera dipindahkan agar badan jalan utama bisa berfungsi secara maksimal.

Pelaksana Tugas Gubernur Riau, SF Hariyanto menyatakan bahwa koordinasi intensif dengan pihak penyedia layanan listrik negara telah berjalan lancar demi menyukseskan proyek infrastruktur ini.

"Sudah kita komunikasikan dengan PLN. Akan kita pindahkan ke dalam area Masjid Annur, jadi sistem one way Jalan Sultan Syarif Kasim itu lebih luas lagi," ujar SF Hariyanto, Selasa (9/6/2026).

Proyeksi Rampung Tahun Ini

Pemerintah daerah tidak ingin menunda-nunda pengerjaan fisik di lapangan. Percepatan pemindahan gardu menjadi prioritas utama agar kenyamanan pengguna jalan dapat segera terwujud dalam waktu dekat.

Langkah taktis ini merupakan kelanjutan dari proyek jangka panjang yang sebelumnya telah dirancang untuk mempercantik estetika kota sekaligus mengoptimalkan fungsi jalan raya.

"Tahun ini akan dipindahkan. Semakin cepat, kan semakin baik," tuturnya memberikan kepastian target pengerjaan.

Kelanjutan Pelebaran Jalan Provinsi

Kawasan Jalan Sultan Syarif Kasim memiliki catatan transformasi yang cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Beberapa fakta penting terkait jalur strategis ini meliputi:

  • * Alih Status Jalur: Ruas jalan ini merupakan satu di antara 16 jalan kota yang status pengelolaannya resmi dialihkan ke tingkat Provinsi Riau.
  • * Proyeksi Pelebaran: Pada 2024 lalu, jalur di depan SMA Negeri 1 Pekanbaru ini telah mengalami pelebaran fisik hingga mencapai 24 meter.
  • * Kebijakan Berkelanjutan: Penataan kawasan ini merupakan jejak kebijakan dari SF Hariyanto yang dirintis sejak dirinya masih mengemban amanah sebagai Penjabat Gubernur Riau.

Melalui perluasan ruang aspal ini, akses transportasi publik di tengah kota diharapkan semakin lancar dan bebas dari titik penyempitan jalur yang memicu kemacetan. ***