
JAKARTA – Penyanyi legendaris asal Irlandia, Sinead O'Conor (56) wafat di sebuah properti di London selatan, pada Rabu (26/7/2023) waktu setempat. Sejumlah artis dan musisi ternama dunia merasakan duka mendalam setelah Sinead O'Connor kembali kepada Sang Khalik.
Dikutip dari Liputan6.com, Cat Stevens, penyanyi yang telah mualaf sejak tahun 1977 dan menggunakan nama Yusuf Islam, ikut mengungkapkan rasa dukanya begitu mendengar kabar meninggalnya Sinead O'Connor. Cat Stevens menyampaikan kepada publik melalui media sosialnya.
Dalam ucapan dukanya, Yusuf Islam memanggil almarhumah dengan sebutan "sister" (saudari) Shuhada Sadaqat. Nama tersebut memang telah lama digunakan Sinead O'Connor beberapa saat setelah ia memutuskan menjadi mualaf pada 2018 lalu.
Lantaran kesedihan yang tak terbendung atas kepergian Sinead O'Connor untuk selamanya, Yusuf Islam pun mengutip salah satu ayat dari surat ke-2 di kitab sucai Alquran, yakni Surat Al Baqarah ayat 156. Surah tersebut menjadi pedoman bagi umat Islam saat kehilangan sesuatu atau seseorang untuk selama-lamanya di dunia ini.
Di luar kontroversi dan kehidupan Sinead O'Connor yang memilukan, Cat Stevens tetap mengenang mendiang penyanyi sebagai sosok yang lembut dan layak mendapatkan kedamaian abadi di akhirat nanti.
"Sedih mendengar meninggalnya saudari Shuhada Sadaqat, juga dikenal sebagai Sinéad O'Connor. Dia adalah jiwa yang lembut, semoga Tuhan, Yang Maha Penyayang, memberinya kedamaian abadi," begitu tulis Cat Stevens alias Yusuf Islam melalui akun Instagram akun @yusufcatstevens, Kamis (27/7/2023) waktu Indonesia.
"'Inna lillahi wa inna ilayhi rajiun - Sesungguhnya kami milik Allah, dan sesungguhnya kepada-Nya kami kembali.' 2:156," sambung Cat Stevens, mengutip isi Surat Albaqarah ayat 156.
Tak hanya Cat Stevens, beberapa artis serta figur publik papan atas dunia lainnya juga ikut berduka atas kepergian Sinead O'Connor untuk selamanya. Misalnya saja penyanyi Bryan Adams, musisi Patrick Dexter, serta atlet MMA Conor McGregor.
"RIP Sinead O'Conner. Aku senang bekerja denganmu mengambil foto, melakukan pertunjukan bersama dan mengobrol, semua cintaku untuk keluargamu," tulis Bryan Adams.
"Nothing Compares 2 U. Hatiku hancur mendengar kabar meninggalnya Sinead O'Connor, orang yang sangat menginspirasi," tulis Patrick Dexter, sambil menyebut lagu Sinead O'Connor berjudul "Nothing Compares 2 U".
"Dunia telah kehilangan seorang artis dengan suara malaikat. Irlandia telah kehilangan suara yang ikonik dan salah satu terbaik dari kami, dalam jangka panjang. Dan aku telah kehilangan seorang teman. Musik Sinead akan terus hidup dan terus menginspirasi! Beristirahat dalam damai, Sinead, kamu di rumah bersama anakmu, aku yakin," cuit Conor McGregor.
Luka Hati Sinead O’Connor
Menjelang kepergiannya, Sinead O’Connor rupanya memendam luka hati yang tak terobati. Beberapa hari sebelum berita bahwa sang penyanyi meninggal dunia, ia membuat sebuah unggahan memilukan, mengenai mendiang putranya, Shane.
Sebagai informasi, putra pelantun Nothing Compares 2 U tersebut tewas mengakhiri hidupnya dalam usia 17 tahun pada tahun lalu.
Dalam unggahan di akun Twitter yang kini telah dinonaktifkan, wanita 56 tahun tersebut menyatakan ia hidup bagai “undead night creature” atau makhluk malam tanpa nyawa.
“Sejak saat itu hidup bak makhluk malam tak bernyawa. Dia adalah cinta dalam hidupku, penerang jiwaku. Kami adalah satu jiwa yang dibelah dua,” tulis Sinead O’Connor pada 17 Juli 2023 lalu, dilansir dari People, Rabu (26/7/2023).
Penyanyi asal Irlandia tersebut menambahkan, “Dia adalah satu-satunya orang yang mencintaiku tanpa syarat. Aku tersesat tanpa dirinya.”
Boikot Grammy
Sinead O'Connor menjadi populer berkat lagu Nothing Compares 2 U yang ditulis dan dikomposisi oleh Prince itu memuncaki tangga lagu saat dirilis pada 1990. Sepanjang hidupnya, ia telah merilis 10 album, yang terakhir pada 2014 berjudul I'm Not Bossy, I'm the Boss.
Kiprahnya di dunia musik diganjar dengan empat nominasi Grammy pada 1991. Namun, ia memboikot ajang penghargaan bergengsi untuk musisi itu dengan menulis surat terbuka kepada Akademi yang dianggap 'mayoritas hanya menghargai sisi komersial seni saja'.
Robek Foto Paus Yohanes Paulus II
Dua tahun setelah lagunya meledak, O'Connor kembali membuat berita dengan perangainya saat tampil di Saturday Night Live. Ia merobek foto Paus Yohanes Paulus II setelah tampil menyanyikan lagu Bob Marley, War, secara akapela. Dia mengatakan kepada penonton saat itu untuk 'melawan musuh yang sebenarnya'.
Perilaku O'Connor itu merespons tuduhan bahwa Gereja Katolik berusaha menutup-nutupi kasus kekerasan seksual pada anak-anak. Menurut New York Times saat itu, Gereja Katolik terlibat dalam gugatan hukum yang tak terhitung jumlahnya terkait kasus kekerasan seksual anak.
Aksi itu memicu reaksi serius terhadap O'Connor, meskipun dia mengaku tidak menyesal.
"Banyak orang mengatakan atau berpikir bahwa merobek foto Paus menggagalkan karier saya. Bukan itu yang saya rasakan tentang hal itu," tulisnya dalam bukunya pada 2021.
"Saya merasa memiliki rekor nomor satu menggagalkan karier saya dan saya merobek foto itu mengembalikan saya ke jalur yang benar."
Pada 2021, dia mengumumkan pengunduran dirinya dari musik dan tur, menulis bahwa dia "semakin tua" dan "lelah". Namun, beberapa hari kemudian, dia berbalik arah, mengatakan, "Saya mencintai pekerjaan saya. Membuat musik. Saya tidak suka konsekuensi menjadi wanita berbakat (dan blak-blakan) karena saya harus melewati dinding prasangka setiap hari untuk mencari nafkah."
O'Connor bahkan sempat menulis di akun Facebooknya bahwa ia sedang menggarap karya musik baru dan berharap bisa menggelar tur internasional, beberapa pekan sebelum meninggal dunia.
"Hai semua, baru saja pindah kembali ke London setelah 23 tahun absen. Sangat senang bisa pulang :) Segera menyelesaikan album saya. Rilis awal tahun depan : )," tulisnya pada 11 Juli 2023.
"Semoga Tur Australia dan Selandia Baru menjelang akhir 2024. Eropa, AS, dan wilayah lain mulai awal 2025 : ) #TheBitchIsBack."
Masa Kecil Menyedihkan
O'Connor lahir di Dublin, 8 Desember 1966. Ia merupakan anak ketiga dari lima bersaudara dari pasangan John dan Johanna Marie O'Grady. Masa kecilnya dihabiskan dengan penuh liku.
Orangtuanya bercerai. Pada 2012, ia mengatakan bahwa ibunya menyiksa mental dan fisiknya.
"Dia memiliki sebuah ruang penyiksaan," kenang O'Connor atas sosok ibunya, Johanna O'Grady, sambil menangis saat diundang Dr Phil.
"Kenanganku paling awal adalah, dia mengatakan kepadaku bahwa aku semestinya tidak pernah dilahirkan. Dia tidak menginginkanku. Dia adalah orang yang senang, akan tersenyum saat menyakitimu."
Sang penyanyi memutuskan kabur dari rumah di usia 13 tahun untuk tinggal bersama ayahnya. Keputusan O'Connor kabur barulah permulaan dari masalah-masalah lain.
Dua tahun kemudian, O'Connor menghadapi masalah hukum. Pengadilan memutuskan ia bersalah karena mengutil dan dipaksa menghabiskan 18 bulan di rumah sakit jiwa untuk "wanita yang tidak bisa diatur".
Hidup O'Connor kembali merana setelah dituduh sebagai ibu yang sakit. Dia pun mencoba bunuh diri pada 1999, dilaporkan menelan 20 pil valium pada ulang tahunnya ke-33.
"Itu… setelah sesi di pengadilan hari itu di mana disarankan bahwa selama sisa hidup saya, saya hanya akan melihat putri saya sebulan sekali," katanya pada 2005.
"Saya melakukan upaya bunuh diri yang sangat serius, dan saya hampir mati."
Didiagnosis Mengidap Bipolar
O’Connor didiagnosis mengidap bipolar dan juga gangguan stres pascatrauma kompleks serta gangguan kepribadian borderline. Pada tahun 2015, dia menjalani histerektomi radikal untuk mengobati endometriosis, yang membuatnya terpuruk.
"Anda tidak pernah dapat memprediksi apa yang mungkin memicu [PTSD]. Saya menggambarkan diri saya sebagai anjing penyelamat: Saya baik-baik saja sampai Anda menempatkan saya dalam situasi yang bahkan sedikit berbau seperti trauma yang saya alami, lalu saya membuka tutupnya," katanya kepada People pada 2021.
"Saya mengelola dengan sangat baik karena saya telah diajari keterampilan yang brilian. Ada banyak terapi. Ini tentang berfokus pada hal-hal yang membuat Anda damai, bukan pada apa yang membuat Anda merasa tidak stabil."
Seiring pemulihannya, ia menyibukkan diri dengan mengasuh anak dan mempelajari agama. Ia sempat menjadi pendeta di Gereja Tridentine Latin sebelum akhirnya menjadi mualaf pada 2018.
Namun, perjuangan kesehatan mentalnya terus muncul, yang berpuncak pada rawat inap pada 2022 setelah kematian putranya yang berusia 17 tahun, Shane. Putranya bersama musisi Dónal Lunny itu dilaporkan hilang pada Januari 2022, dan O'Connor mengungkapkan beberapa hari kemudian bahwa dia meninggal karena bunuh diri.
"Putraku yang cantik, Nevi'im Nesta Ali Shane O'Connor, cahaya hidupku, memutuskan untuk mengakhiri perjuangan duniawinya hari ini dan sekarang bersama Tuhan," cuitnya saat itu.
"Semoga dia beristirahat dalam damai dan semoga tidak ada yang mengikuti jejaknya. Sayangku. Aku sangat mencintaimu. Semoga damai."***