
PEKANBARU – Persiraja Banda Aceh melayangkan protes atas kondisi ruang ganti tim tamu di Stadion Kaharudin Nasution setelah pertandingan melawan PSPS Pekanbaru, Sabtu (8/11/2025). Ruang ganti tersebut disebut terlalu panas dan tidak ideal bagi pemain.
Pelatih Persiraja, Akhyar Ilyas, mengatakan keluhan itu sudah disampaikan sejak jeda babak pertama, namun kondisi tetap tidak berubah ketika para pemain kembali di babak kedua.
“Ruang ganti kami seperti sauna. Panas sekali. Kami sudah laporkan dari babak pertama, tapi tetap begitu. Ini tidak baik untuk pemain,” ujar Akhyar usai laga.
Menurut Akhyar, kenyamanan ruang ganti merupakan bagian dari standar pertandingan profesional. Ia menilai kondisi itu ikut memengaruhi kesiapan fisik dan mental pemain sebelum kembali ke lapangan.
Keluhan tersebut juga tampak berlanjut di luar sesi konferensi pers. Sambil meninggalkan ruangan, Akhyar dengan nada kesal menyampaikan langsung kepada pihak panitia tuan rumah. “Tolong perbaiki ruang ganti itu, Teza. Masa begitu,” katanya kepada Humas PSPS.
Hingga berita ini ditulis, pihak PSPS belum memberikan tanggapan resmi terkait kondisi fasilitas ruang ganti.
Pertandingan itu sendiri dimenangkan PSPS dengan skor 1-0 lewat gol akhir Reyhan Firdaus. Namun bagi Persiraja, perdebatan mengenai fasilitas stadion menjadi catatan utama yang dibawa pulang dari Pekanbaru. ***