
TEMBILAHAN, GORIAU.COM - Dinas Kesehatan (Diskes), Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), terus menyisir seluruh kecamatan di Negeri Seribu Parit ini untuk mencari orang-orang yang mengalami gangguan kejiwaan yang diperlakukan tidak manusiawi baik oleh keluarga maupun lingkungan sekitarnya.
Mulai awal 2015 hingga saat ini, Diskes Inhil mencatat, 18 dari 20 kecamatan yang ada di Inhil, ada sebanyak 93 Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang diperlakukan tidak manusiawi, yaitu dipasung oleh pihak keluarganya.
Dari 93 itu, sudah sebanyak 44 ODGJ yang berhasil di bebaskan oleh Diskes Inhil, yang kemudian diberikan pengobatan dan terus diawasi oleh dokter di tiap Puskesmas yang telah mengikuti pelatihan kesehatan jiwa.
Dimana, 29 ODGJ dirujuk ke Rumah Sakit Tampan Pekanbaru untuk menjalani pengobatan yang lebih intensif, dikarenakan Inhil belum memiliki ruang rawat inap untuk pasien gangguan jiwa.
''Yang sudah bebas dari pasung, terus kita awasi agar tidak kembali di pasung oleh keluarganya, bahkan sudah ada yang bisa beraktivitas seperti masyarakat umumnya,'' ujar Kepala Diskes Inhil, Dr Alvi Furwanti Alwie kepada GoRiau.com, Senin (22/6/2015).
Sementara itu, 49 ODGJ lainnya, dikatakan Alvi masih menjalani pemasungan, karena beberapa alasan, termasuk pihak keluarga yang tidak memberikan izin yang bersangkutan di lepaskan dan menjalani perawatan.
Yang menjadi permasalahan dari kasus ini, dikatakan mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah ini adalah ketika pasien sudah selesai menjalani pengobatan, namun pihak keluarga tidak memberikan pendampingan untuk rutin mengambil obat di Puskesmas kecamatan masing-masing.
''Jika tidak diperhatikan obatnya, efeknya yang bersangkutan bisa kembali mengalami gangguan jiwa lagi, itulah kenapa, peran keluarga paling dibutuhkan untuk proses penyembuhan,'' ujar Alvi.
Diskes sendiri, dikatakan Alvi terus berusaha menyelesaikan kasus pemasungan kepada ODGJ yang ada di Inhil, karena pada tahun 2017 nanti, Diskes menargetkan Inhil sudah bebas dari pasung.
''Kita terus berusaha, agar 2017 Inhil sudah bebas pasung, yang jelas ini adalah suatu pekerjaan bagaimana memanusiakan manusia,'' tukas Alvi.(adv)