
PANGKALAN KERINCI - Ketua Fraksi PAN DPRD Pelalawan Nazzarudin Arnazh angkat bicara terhadap rendahnya serapan Anggaran Belanja dan Pendapatan Daerah (APBD) Kabupaten Pelalawan 2019.
Pasalnya hingga pertengahan bulan Juli ini, serapan masih sangat rendah baru 29,26 persen dari total anggaran Rp 1,4 miliar.
Pemerintah beralasan, rendahnya serapan lantaran belum berjalannya proyek fisik. Padahal batas akhir penyerapan keuangan daerah hanya tersisa empat bulan lagi.
"Anggaran sudah berjalan sejak tujuh bulan lalu, tapi proyek fisik kok belum juga berjalan," ujar Ketua Fraksi PAN DPRD Pelalawan, Nazaruddin Arnazh S.IP, Selasa (16/7/2019).
Diungkapkannya, kondisi seperti ini selalu terjadi setiap tahunnya dan sudah menjadi alasan klasik. Pemerintah dinilai lamban dalam melaksanakan kegiatan yang sudah diprogramkan.
"Apa artinya evalusi pejabat di lingkup Pemkab Pelalawan beberapa waktu yang lalu jika serapan anggaran sampai hari ini masih rendah. Tak berpengaruh juga dengan kinerja," paparnya.
Nazaruddin Arnazh khawatir, mepetnya waktu pelaksanaan kegiatan proyek fisik sangat dikhawatirkan sejumlah proyek tidak akan selesai tepat waktu.
"Terutama proyek yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) kalau tak selesai tepat waktu, tentu nanti akan menguras APBD kita untuk memyelesaikannya. Ini yang harus dihindari," tandasnya, kepada GoRiau.*