DURI - Banyaknya pedagang makanan dadakan saat Ramadan ini sepertinya sudah lumrah terjadi dari tahun ke tahun. Namun istilah pedagang takjil di Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau, 'memanggil' baru tahun ini terjadi. Dan ini menjadi cerita unik bagi sejumlah pembeli.

Seperti yang diceritakan Siti Joy, salah seorang Staf UPT Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kecamatan Mandau kepada GoRiau.com. Hampir setiap sore ia bersama anaknya bunga keluar rumah untuk berburu menu buka puasa atau takjil.

Saat melewati Jalan Sudirman khususnya didepan masjid Jami', para pedagang takjil yang berdiri di pinggir Jalan itu tak henti-hentinya memanggil siapa saja yang melintas untuk membeli dagangannya. Entah karena dagangannya enak dan lezat, entah karena masih sepi pembeli.

"Biasanya tahun lalu, kalau beli pebukaan puasa tu suka ngantri. Lama menunggu untuk bayar saja, sekarang dijamu khusus sama pedagang. Dipanggil untuk membeli, dibungkuskan, bayar lalu selesai. Ga sampai semenit selesai transaksi. Kalau tahun lalu, mau setengah jam menunggu untuk bayar saja," kata Siti yang juga adik kandung Anggota DPRD Bengkalis, Hendri Hasibuan ini, Selasa (14/6/2016).

Begitu juga saat melintasi Jalan Hangtuah Duri, Jalan Mawar, Simpang Rangau, Simpang Geroga dan di Sebanga. Situasinya tidak jauh berbeda dengan saat melintasi Jalan Sudirman. Ketika melewati, Siti Joy seakan menjadi artis papan atas yang mana sosoknya menjadi perhatian para pedagang.

"Sangking baiknya pedagang-pedagang takjil nih, kadang dikasih bonus kalau kita belanja disana. Ga hanya baju yang harganya diskon, takjil pun bisa diskon. Ini menunjukan bahwa minat beli masyarakat saat ini sangat kurang, sementara yang jualan banyak karena melihat akan ada peluang untung yang besar. Ditambah lagi juga akhir-akhirnya banyak PHK, makanya banyak pedagang baru bermunculan untuk mencoba bertahan menghidupi keluarga dengan usaha berjualan," ujar Siti saat mengamati ekonomi sulit saat ini. ***