RENGAT - Dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung. Ungkapan ini tidak sebatas pribahasa, melainkan harus dijadikan sebagai implementasi dalam kehidupan sehari-hari.

Hal itu dibuktikan oleh jajaran UPT (Unit Pelaksana Teknis) Rutan ( Rumah Tahanan Negara) Kelas II B Rengat, Kanwil Kemenkum HAM Riau.

Dimana, sebagai bentuk cinta terhadap daerah tempat bernaung dan menjunjung tinggi budaya lokal, seluruh jajaran Rutan Kelas II B Rengat diharuskan memakai pakaian adat melayu selama bertugas.

"Mulai hari ini, Senin (31/7/2023), seluruh staf dan pegawai Rutan Rengat kita instrsikan untuk memakai pakaian adat melayu saat menjalankan tugas. Hal ini bersempena dengan perayaan HUT ke-66 Provinsi Riau," ujar Kepala Rutan Rengat, Julius Barus, menjawab GoRiau.com. 

GoRiau Kepala Rutan Rengat, Julius Ba
Kepala Rutan Rengat, Julius Barus, SE MH foto bersama dengan jajaran pejabat dan pegawai Rutan Kelas IIB Rengat.

Dan untuk pemakaian nya, diawali dengan pelaksanaan apel pagi yang merupakan agenda rutin Ruran Rengat sebelum mengawali aktivitas.

"Pelaksanaan apel pagi ini, merupakan agenda rutin yang dilaksanakan sebelum menjalankan aktivitas, guna mendengarkan arahan dan sebagai tolak ukur kedisiplinan pegawai dalam menjalankan tanggung jawab sebagai insan pengayoman," tutur Julius Barus.

Dengan demikian sambung lulusan Magister Hukum Sumatera Utara tersebut, dalam menjalankan tugas sehari-hari insan pengayoman Rutan Rengat juga dituntut untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsi secara profesional.

"Kerjakan segala tugas tanpa ditunda dan profesional. Jalin komunikasi dua arah, baik antar sesama pegawai dan atau antara pegawai dengan warga binaan, guna mewujudkan situasi kamtib yang kondusif," tegasnya.

Tidak itu saja sambung Julius Barus, kepada seluruh jajaran dirinya menegaskan untuk bisa berkontribusi dalam peringatan HUT ke 66 Riau, dan HDKD (Hari Dharma Karya Dhika) ke 78 serta HUT ke 78 Republik Indonesia.

"Sekali lagi saya menghimbau kepada seluruh jajaran untuk memberikan yang terbaik dalam menjalankan tugas. Sebagai insan pengayoman, pencapaian kinerja yang baik merupakan salah satu cara kita dalam melanjutkan cita-cita para pejuang bangsa ini," tutup Julius Barus. ***