
SIAK SRI INDRAPURA, GORIAU.COM - Akibat kecolongan pada sidang minggu lalu, dimana ibu korban Misna Angraini sempat memukul terdakwa M Delfi dan menarik rambut Dita Desmalasari, saat dibawa ke mobil tanahan membuat pengawal kocar kacir. Bahkan, berita itu sempat heboh di dunia maya seperti Facebook dan Tweter.
Tidak mau terulang lagi, Mapolres Siak melakukan pengawalan ketat terhadap tiga terdakwa pembunuhan dan mutilasi saat dilaksanakan sidang lanjutan, Senin (17/11/14).
Pantauan GoRiau.com, saat terdakwa digiring ke ruang sidang, pengawalan super ketat mulai dilakukan personil polisi berpakaian dinas. Tidak seperti sidang sebelumnya, kali ini pengawalan terhadap satu terdakwa dilakukan 3 personil.
Begitu juga saat sidang berlangsung, puluhan anggota polisi berjaga-jaga hingga sidang selesai. Puncaknya, saat membawa terdakwa ke mobil tahanan setelah sidang usai. Sebelum terdakwa keluar dari ruang sidang sejumlah perwira polisi yang dipimpin Kabag Ops Kompol Rober Aprizal didampingi Kapolsek Siak Kompol Rojali mensterilkan lokasi. Satu persatu keluarga korban diajak menjauh dari terdakwa.
Sementara, pengawalan berlapis dilakukan puluhan personil polisi agar tidak lagi terjadi pemukulan terhadap terdakwa seperti minggu lalu.
"Memang hari ini pengawalan agak ketat dari sebelumnya. Ini sebuah respon dari kita untuk menjamin keamanan terdakwa, agar tidak lagi terjadi seperti minggu lalu. Ada sekitar 65 personil untuk pengamanan sidang kasus pembunuhan dan mutilasi ini," jelas Rober kepada sejumlah wartawan.
Sidang lanjutan kasus pembunuhan dan mutilasi ini dipimpin hakim ketua Sorta Ria Neva didampingi dua hakim anggota, Rudy Wibowo dan Desbertua Naibaho. Sedangkan Penasehat Hukum yang ditunjuk negara untuk terdakwa adalah Wan Arwin Temimi SH. Sidang terhadap terdakwa M Delfi, Dita Desmalasari dan Supian diagendakan menghadirkan 5 saksi. Namun, Jaksa Penuntut Umum hanya bisa menghadirkan satu saksi, yakni ibu kandung korban Femasili Madeva (10), Aliminah Hule. Sidang dilanjutkan Senin (24/11/14) depan untuk mendengar saksi lainnya.
"Kalau bisa hadirkan saksi sebanyak-banyak, biar kasus ini cepat selesai. Untuk hari Senin, saya khususkan sidang kasus mutilasi ini," kata Sorta Ria Neva kepada JPU.(nal)