SELATPANJANG, GORIAU.COM - Sampan hias milik Desa Mekong Kecamatan Tebing Tinggi Barat meraih dua penghargaan sekaligus pada perlombaan campang sampan hias yang digelar Desa Alai beberapa waktu lalu. Padahal, pada saat final, sampan hias milik Desa Mekong itu sempat ditabrak sebanyak dua kali.


Demikian disampaikan tekong sampan hias Zainuddin, melalui penabuh genderang Saijul Tuti, ketika ditemui wartawan, Senin (25/8/2014) siang di Desa Mekong. Kata lelaki yang akrab dipanggil Cik Tok itu, mereka sempat ditabrak sebanyak 2 kali oleh sampan hias milik Desa Insit pada saat final.
"Kita ditabrak 2 kali, itu sempat terhenti beberapa detik, kemudian baru bisa melanjutkan lagi pertandingan," katanya mengingat kejadian tabrakan.
Akibat tabrakan itu pula, sampan hias milik Desa Mekong ini kalah beberapa detik dari sampan hias milik Desa Alai. Sehingga, mereka hanya mampu meraih prediket juara 2, yang mana juara 1 diraih Desa Alai.
"Kalau masih ada jarak sekitar 50 meter, kami optimis bisa menang. Kita kalah hanya beberapa detik," kata Cik Tok pula.
Meski demikian, atas penilaian dewan juri pula, selain meraih penghargaan juara 2, perwakilan Desa Mekong juga meraih penghargaan sebagai sampan hias tercantik. Dengan motif naga (dilengkapi ekor serta kepala naga), sampan hias milik desa yang terletak di depan Selat Melaka itu berhasil mengambil posisi sampan tercantik.
Usai pertandingan itu pula, sampan yang menjadi kebanggan desa Mekong itu langsung dinaikkan dan diletakkan dalam bangsal untuk kemudian dikeringkan. Pengeringan ini bertujuan agar sampan tetap ringan saat pertandingan berikutnya.
Dapat disampaikan pula, lomba campang sampan hias yang digagas Desa Alai itu akan dijadikan iven tahunan. Namun, dalam waktu dekat kembali akan digelar dengan skala besar, yaitu saat peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Kepulauan Meranti, Desember mendatang.(zal)