PANGKALAN KERINCI, GORIAU.COM - Setelah sebelumnya sempat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Amelia Medika, akhirnya 35 dari lebih 90 korban keracunan makanan dinyatakan sembuh dan dipulangkan ke rumahnya masing-masing.
Para korban itu sebelumnya diduga keracunan makanan pascamenghadiri ultah yang digelar salah satu karyawan perkebunan PT Mitra Unggul Pusaka (MUP) beberapa waktu lalu.
"Ya, kondisi pasien korban dugaan keracunan yang terjadi di Desa Segati Kecamatan Langgam beberapa waktu lalu itu totalnya menjadi 91 orang, 35 orang dipulangkan dan sisanya 61 orang kondisinya sudah mulai membaik," kata Humas Rumah Sakit Amelia Medika PangkalanKerinci, Rosma Butar Butar, pada media ini via selulernya, Kamis (19/9/2013).
Rosma mengatakan begitu juga dengan pasien sebanyak 4 orang yang dirujuk ke Rumah sakit Syafira Pekanbaru, saat ini kondisinya jugasudah membaik. Memang, awalnya 1 pasien yang dirujuk ke Pekanbaru namun bertambah 3 orang lagi sehingga menjadi 4 orang yang dirujuk.
"Informasi dari Rumah Sakit Syafira tadi pagi, empat (4) pasien itu sudah membaik dan ada yang sudah bisa pulang. Namun kita belumdapat informasi persis berapa orang dan siapa-siapa saja yang dipulangkan," katanya.
Disinggung soal baiaya pengobatan di Rumah Sakit Amelia Medika sendiri, Rosma menerangkan bahwa untuk seluruh biaya perawatan pasien dugaan keracunan semuanya ditanggung oleh Perusahaan Asian Agri. Hal ini diperkuat dengan kedatangan HRD Asian Agri Group, Erwin Suprapto, yang datang ke RS Amelia Medika pada Rabu kemarin (18/9) sekitar pukul 14.00 WIB.
"Ya, Rabu kemarin (18/9) sekitar pukul. 14.00 WIB, HRD Asian Agri Group Bapak Erwin Suprapto mendatangi pihak Rumah Sakit Amelia Medika dan menyatakan bahwa pembiayaan perawatan dan pengobatan pasien ditanggung semuanya oleh pihak perusahaan. Beliau juga menitipkan pesan soal ini kalau ada wartawan yang menanyakan perihal biaya perawatan dan pengobatan," terangnya.
Ia mengatakan jika Jum'at besok (20/9/2013) kondisi pasien sudah pulih total maka bisa diperbolehkan pulang.(ilm)