PADANG – Erupsi kembali melanda Gunung Marapi di Sumatera Barat, Sabtu (30/5/2026) pagi. Semburan abu vulkanik berwarna kelabu tebal teramati membumbung tinggi hingga 2.000 meter mengarah ke timur laut atau kawasan Tanah Datar.

Ketua Pos PGA Bukittinggi, Ahmad Rifandi menjelaskan peristiwa letusan tersebut terjadi tepat pada pukul 08.54 WIB. Erupsi ini tercatat dengan amplitudo maksimum 30 mm.

"Telah terjadi erupsi Gunung Marapi, Sumatera Barat pada tanggal 30 Mei 2026 pukul 08.54 WIB," urainya, Sabtu (30/5/2026).

Durasi erupsi terekam selama 1 menit 25 detik di seismogram. Kondisi ini membuat Gunung Marapi masih bertahan pada Status Level II atau Waspada, yang berarti tingkat bahaya masih cukup tinggi di sekitar kawah utama.

"Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30 mm," jelasnya.

Menyikapi hal ini, otoritas terkait mengeluarkan rekomendasi tegas agar tidak ada satupun warga atau pengunjung yang masuk ke dalam radius 3 kilometer dari Kawah Verbeek. Warga di bantaran sungai yang berhulu ke gunung juga diminta bersiaga mengantisipasi banjir lahar.

Demi menjaga kesehatan pernapasan, penggunaan masker sangat dianjurkan apabila wilayah pemukiman warga mulai terdampak hujan abu. Selain itu, masyarakat diminta tidak mudah terpancing isu bohong dan terus mengikuti arahan resmi dari Pemerintah Daerah setempat. ***