RENGAT, GORIAU.COM - Pemerintah pusat melalui Anggaran Pendapatan Belanja Nasional Perubahan (APBNP) tahun 2012 memberikan perhatian terhadap peningkatan kualitas belajar mengajar di daerah dalam bentuk pembangunan kelas baru dan laboratorium. Untuk tahun 2012, Depdiknas juga menyalurkan ke daerah Riau, salah satu daerah yang menerima adalah Kabupaten Indragiri Hulu.

Bantuan ruang kelas dan laboratorium itu diberikan lkepada sembilan SMA yaitu SMAN 1 Rengat, SMAN 1 Batang Cenaku, SMAN 1 Lubuk Batu Jaya, SMAN 1 Peranap, SMAN 1 Rakit Kulim kelas jauh, SMAN 1 Seberida, SMAN 1 Sei Lala kelas jauh, SMAN 2 Peranap dan SMAN 1 Rengat Barat.

''Sekolah dan laboratorium yang mendapat bantuan adalah yang kondisinya memprihatinkan. Kita sangat berterima kasih atas kepedulian pemerintah pusat terhadap kenyamanan fasilitas belajar tersebut,'' kata Sekretaris Dinas Pendidikan Indragiri Hulu, Ujang Sudrajat di Rengat, Rabu (7/11/2012).

Dikatakan Ujang, bantuan tersebut terdiri dari pembangunan delapan kelas baru (RKB), dua perpustakaan IPA dengan dua laboratorium serta empat paket peralatan IPA dengan total anggaran senilai Rp2,6 miliar. Paket bantuan ini dianggarkan melalui Direktorat Pembinaan SMA Kemendikbud.

''Kepala SMAN penerima juga sudah mengikuti bimbingan dan penandatanangan MoU di Jayakarta Tower jalan Hayam Wuruk Jakarta tanggal 2-3 November 2012,'' jelasnya.

Tujuan pemberian bantuan pendidikan sebagai upaya pemerintah untuk memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana sekolah untuk perluasan akses pendidikan, khususnya SMA.

Selain itu juga merupakan upaya mendukung terwujudnya progam pendidikan menengah universal 12 tahun di kabupaten Inhu, sementara pelaksanaan program bantuan itu dilakukan secara swakelola oleh setiap sekolah.

"Kegiatan itu tidak ditenderkan dan sesuai juknis pelaksanaan pembangunan harus sudah selesai dalam kurun waktu empat bulan setelah dana masuk ke rekening sekolah masing-masing," ujarnya.

Pihak Diknas Pemkab Inhu berharap, seluruh kepala sekolah penerima bantuan dapat melaksanakan pekerjaan secara baik sesuai dengan ketentuan yang telah diatur pada saat pelaksanaan bimbingan teknis di Jakarta, sehingga tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

Sementara Bupati Inhu Yopi Arianto,SE menyambut baik bantuan dari pusat tersebut dan berpesan agar sekolah yang menerima dapat merealisasikan kegiatan sesuai waktu yang ditentukan.

"Saya meminta Disdik Inhu melakukan bimbingan dan pengawasan kegiatan tersebut, agar berhasil dengan baik," kata Yopi. (ant)