
RENGAT, GORIAU.COM - Polres Indragiri Hulu (Inhu) menggelar penandatanganan kesepakatan Pemilu Damai dengan para pimpinan partai politik (parpol) peserta Pemilu 2014, Kamis (30/1/2014) di gedung Sejuta Sungkai. Seluruh pimpinan parpol ikut menandatangani kesepakatan tersebut, kecuali Hanura yang tak hadir.
Penandatanganan pernyataan damai tersebut juga dihadiri Wakil Bupati Inhu, Harman Harmaini, Wakil Ketua DPRD Arwan Citra Jaya, Kapolres AKBP Aris Prasetyo diwakili Kabag Ops Kompol RA Samosir bersama seluruh Kapolsek se-Inhu, Dandim 0302 Inhu Letkol Inf Albert Panjaitan, Ketua KPU Inhu Fauzi Muchtar, Ketua Panwaslu Inhu Mas’ud, ketua KNPI Inhu Supri Handayani SE, Kasi Pidum Kejari Rengat Refendra dan sejumlah tokoh masyarakat serta ormas.
Kabag Ops mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menciptakan kondisi yang kondusif tertib dan aman dalam pelaksanaan Pemilu 2014 mendatang. “Walaupun kesepakatan ini tidak mempunyai sanksi hukum, namun sanksi moral yang harus dipertanggung jawabkan di masyarakat, ungkapnya.
Wakil Ketua DPRD Inhu, Arwan berharap Pemilu 2014 nanti mampu melahirkan anggota legislatif yang kompeten, mampu membangun Indragiri Hulu yang lebih baik, sehingga kesejahteraan rakyat dapat diwujudkan.
Ketua KPU Inhu, Fauzi Muchtar mengatakan, penyelenggaraan Pemilu tidak bisa diserahkan ke KPU saja, tetapi perlu dukungan dari semua pihak.
''Kami memberikan apresiasi kepada semua pihak yang telah membantu, khususnya kepada Polres Inhu yang telah menggelar kegiatan ini. MoU ini merupakan titik awal komitmen bersama untuk menjaga pelaksanaan Pemilu 2014 dengan aman dan tertib,'' kata Fauzi.
Ketua Panwaslu Inhu, Mas’ud berharap seluruh peserta dapat berkompetisi dengan baik melalui visi dan misi untuk membangun Indragiri Hulu yang lebih baik.
Sementara Wakil Bupati Inhu berharap Pemilu 2014 dapat berjalan dengan baik tanpa masalah. ''Dalam Pemilu 2014, masyarakat diharapkan cerdas memilih sehingga dapat mewujudkan Indragiri Hulu, seperti yang kita inginkan bersama,'' tegasnya.
Namun sayang, dalam penandatanganan kesepakatan Pemilu Damai tersebut, tidak seluruh ketua partai yang hadir. Hanya ada tiga ketua partai yang hadir yakni dari Demokrat, PKPI dan PAN. Selainnya diwakili pengurus partai. Bahkan dari Partai Hanura, tak satu pun yang hadir sehingga pada kolom tanda tangan terjadi kekosongan.
''Kita ingin nota ini dijadikan konsumsi publik, maka akan dijadikan baliho. Namun kita menunggu dari Partai Hanura, untuk menandatanganinya, sehingga tidak ada yang kosong,'' tegas Kabag Ops. (jef)