"SEKARANG masih bersih. Besok bungkus Gudang Garam sudah berserakan di sini," tulis seorang kawan yang kontraktor di negeri seberang pada foto statusnya di medsos.

Para pekerjanya memang 100 persen berasal dari Indonesia. Mereka umumnya tetap mengonsumsi kretek. Nyaris tak tertarik rokok putih dengan merek-merek terkenal yang dijual bebas di sana.

Ternyata, tak hanya pekerja asal Indonesia saja yang menyukai kretek. Orang Malaysia pun banyak yang tergila-gila dengan lintingan campuran tembakau dan cengkeh itu. Padahal, negara tetangga ini sudah lama membatasi masuknya rokok.

Mengingat pasar yang menggiurkan, wajar saja jika kretek-kretek asal Indonesia pun diselundupkan ke sana. Betapa tidak. Sedangkan manusia sekapal bisa dimasukkan secara gelap ke sana. Apalagi cuma rokok yang tonasenya mungkin lebih kecil.

Sudah menjadi rahasia umum jika kretek tersebut diselundupkan dari sebuah lokasi di kota Dumai. Dari sini ke semenanjung Malaysia memang relatif dekat. Hanya menyeberangi Selat Malaka yang airnya tenang.

Belum jelas bagaimana kemudian kretek tersebut bisa masuk ke kedai runcit di sana. Gilanya lagi, kretek yang tersusun rapi di etalase itu sudah memakai pita cukai Malaysia. Jadi, kuat kemungkinan dari Indonesia kretek tersebut masih belum dikenakan cukai alias bodong.

Jika memang benar begini, maka ada dua kemungkinan. Pabrik di Jawa meloloskan tanpa membayar cukai. Atau kretek tersebut adalah produk palsu. Namun kalau kretek palsu, sekali dua kali isap saja perokok sudah tak mau membeli lagi. Sementara kretek dari tanahair sudah puluhan tahun berjaya di sana.

Bisnis rokok memang mirip dengan mafia narkoba. Gampang terendus tapi sukar ditindak. Jika jaringan di Indonesia memasukkan kretek ke Malaysia, sebaliknya dari seberang ada pula jaringan yang memasukkan rokok putih ke tanahair.

Kota Tembilahan sempat dikenal sebagai tempat penampungan. Rokok kemudian dibawa ke Pekanbaru untuk didistribusikan di kedai rokok, maupun dikirim ke kota lain. Termasuk ke Jakarta. Konon, salah seorang dedengkotnya tewas ditembak petugas Bea Cukai saat membawa masuk rokok putih.

Menteri Keuangan yang baru, Purbaya Yudhi Sadewa, yang kini sedang gencar menindak rokok tanpa cukai, nampaknya sudah bisa mulai mengusut mafia kretek dan rokok putih di Riau. Sebab, dari kedua jenis penyelundupan ini pendapatan cukai tembakau menjadi menghilang. Sementara polusi asapnya juga ikut terhisap orang yang tak berdosa. ***

* Irwan E Siregar adalah wartawan senior bermastautin di Pekanbaru Riau.