MADINA, GORIAU.COM - Ratusan warga Kelurahan Sipolupolu dan Kota Panyabungan mengamuk di Polsek Panyabungan dan Pos Polisi Lalu Lintas (Poslantas) Pasar Lama, Jumat (20/9) sore. Massa melempari jendela polsek, poslantas, mobil patroli, dan 1 unit mobil pribadi.

Massa emosi karena ulah seorang oknum polisi yang sudah beristri tapi selingkuh dengan perempuan yang kos di Jalan Bermula 4, Kelurahan Sipolupolu. Oknum polisi berinisial Bripka Sg itu, tidak hanya satu kali singgah di kos perempuan tersebut.

Massa awalnya berkumpul di Gedung Serbaguna, Kelurahan Sipolupolu. Massa berjalan kaki menuju Polsek Panyabungan. Namun, sebelum tiba di Polsek Panyabungan, massa mengerumuni Poslantas Pasar Lama atau sekitar 200 meter sebelum polsek.

Melihat sejumlah petugas lalu-lintas, massa langsung marah-marah. Dan, petugas itu nyaris menjadi amukan massa. Syukur, petugas itu berhasil menyelamatkan diri. Selanjutnya, massa melempari pos polisi, mobil patroli dan mobil pribadi yang parkir di halaman.

Usai beraksi di Pos Polisi, massa bergerak menuju Polsek Panyabungan. Setiba di sana, mereka juga melempari polsek hingga jendela kaca pecah.

Tak lama berselang Kapolres Madina AKBP Mardiaz SIk datang. Saat itu, massa nyaris melempari mobil yang ditumpangi Kapolres. Namun, urung dilakukan karena petugas melepaskan tembakan peringatan. Kemudian, puluhan petugas dari Kompi Senapan B Batalyon Rajawali datang memberikan pengamanan.

Tak ingin rusuh meluas, Kapolres meminta perwakilan tokoh masyarakat berembuk. Lalu, dicapai kesepakatan menyelesaikan permasalahan dengan damai dan mengutamakan hukum adat.

Informasi dihimpun di lokasi kejadian, amukan warga disebabkan ulah oknum Bripka Sg yang tertangkap selingkuh, Kamis (19/9) sekira pukul 23.00 WIB. Bripka Sg sempat dipukuli massa ramai-ramai.

Seorang warga Sipolupolu, RP Lubis mengatakan, kelakuan oknum polisi itu bikin emosi warga karena sering berbuat asusila di rumah kos-kosan. Akhirnya mereka digerebek massa. ''Warga emosi, sempat ada yang memukuli oknum itu. Namun, berhasil diamankan petugas,'' ucapnya dan diceritakan, malam itu sudah ada kesepakatan untuk diselesaikan dengan damai.

Namun, yang menambah kemarahan warga, Kapolres meminta warga agar mengantarkan pelaku pemukulan ke Polres.

''Katanya seperti itu, Kapolres meminta masyarakat Sipolupolu mengantarkan pelaku pemukulan ke Polsek. Jika tidak diserahkan, pihaknya akan menurunkan Brimob untuk menyisir semua tempat di Sipolupolu untuk mencari pelaku pemukulan. Inilah yang membuat warga geram dan marah, sehingga semua warga sepakat untuk mendatangai polsek,'' tukasnya.***