RENGAT, GORIAU.COM -Pengakuan unik keluar dari tersangka perampokkan toko emas yang terjadi Minggu (9/9/2012) sekitar 13.30 siang di Pasar Airmolek, Kecamatan Pasir Penyu, Kabupaten Indragiri Hulu. Menurut tersangka selain merampok toko emas, mereka juga mencuri sapi. Bahkan bukan hanya sapi milik penduduk, mereka juga pernah mencuri sapi milik anggota DPRD serta sapi milik anggota TNI dan Polri.

Dari mulut tersangka MDR (32), SP (33) dan RI (29) serta AR (48) yang berhasil ditangkap Polres Inhu dan Polda Riau, peristiwa pencurian sapi ini sudah dilakukan puluhan kali. Sapi yang mereka ambil terkadang dibawa menggunakan mobil tertutup seperti mini bus, merk Avanza dan APV. Setelah berhasil membawa sapi, mereka langsung mengantarkan ke penadah di Singingi, kabupaten Kuantan Singingi.

Kapolres Inhu AKBP Hermasnyah melalui Kasat reskrim AKP Dodi Harza Kusuma saat dikonfirmasi membenarkan adanya pengakuan dari para tersangka curas tersebut. ''Berdasarkan keterangan dari para tersangka curas, kita sudah mendapatkan nama penadah sapi yang mereka curi. Senin (24/9/2012), tim Reskrim Inhu langsung menuju rumah penadah yang berada di di Singingi. Setelah dilakukan penyelidikan dan sudah tepat sasaran, penadah atas nama MD (35) langsung ditangkap di rumahnya yang beralamat F3 Simpang Petai Kecamatan Singingi,'' ujarnya.

Meski sudah mendapatkan satu penadah, diperkirakan masih ada penadah sapi lainnya, karena dari pengakuan MD, hanya ada enam sapi yang dijual kepadanya oleh tersangka MDR dan itu pun baru pencurian yang dilakukan pada lokasi yang berada di Rengat Barat. Dan kini MD langsung dilimpahkan perkaranya ke Polsek Rengat Barat.

Kapolsek Rengat Barat, Kompol Efrianto melalui Kanit reskrimnya Ipda Sutarjo membenarkan adanya pelimpahabn kasus penadah dari Polres Inhu ke Polsek Rengat Barat. ''Hasil penyelidikan sementara didapat bahwa penadah hanya baru menerima enam sapi dari tersangka pencuri. Dan sapi ini didapat dari aksi mereka yang dilakukan di Seminai, Kota Lama dan Jalan Keluarga Rengat Barat,'' jelasnya Tarjo.

Kasat mengatakan kasus ini terus dilakukan pengembangan karena memang masih ada para tersangka yang masih belum didapat dan sudah masuk dalam daftar pencarian Orang (DPO) Polres Inhu.

Seperti diberitakan sebelumnya, perampokan menggunakan senjata api kembali di wilayah operasi Polres Indragiri Hulu. Kali ini tak tanggung-tanggung, empat toko emas digasak sekaligus. Bahkan perampok dengan ganasnya menembaki anak pemilik toko mas Putri Ayu, bernama Hery hingga tewas.

Peristiwa ini terjadi Minggu (9/9/2012) sekitar 13.30 siang di Pasar Airmolek, Kecamatan Pasir Penyu, Kabupaten Indragiri Hulu. Empat toko emas yang digasak rampok ini adalah Toko Emas Putri Ayu, Gembira, Singgalang dan Sumatera.

Salah seorang saksi yang juga tetangga dari pemilik empat toko emas menuturkan para perampok berjumlah lebih kurang sepuluh orang. Mereka datang dengan tetap memakai helm. Saat sampai di depan toko, mereka menghujani toko-toko tersebut dengan tembakan ke udara. Setelah melakukan tembakan, para perampok langsung menyerbu toko dan memecahkan kaca etalase dengan palu dan mengambil isinya.

Perampokan profesional ini terlihat seperti kisah di film-film dimana dari sepuluh orang tersebut, sebagian berjaga-jaga di depan sambil memperhatikan orang yang lewat, sedangkan sebagian sibuk mengemasi isi lemari emas.

Dan hebatnya lagi, untuk menjaga privasi melakukan aksinya, para perampok yang berjaga-jaga di jalan juga mengusir warga yang ada di sekitar toko bahkan mengambil kunci kendaraan sambil mengacungkan senpi. Dan salah satu motor Karisma BM.3509 BL juga dibawa kabur perampok setelah puas melakukan aksinya.

Akibat perampokan ini diperkirakan kerugian mencapai miliaran rupiah. Sementara itu, Askar (55) pemilik toko mas Sumatera mengatakan bahwa, dirinya mengalami kerugian mencapai Rp600 juta.

Pada aksi ini, juga menghujani anak pemilik toko mas Putri Ayu dengan timah panas. Korban bernama Hery (27 tahun) ini ditembak pada bagian dada sebelah kanan korban. Hery sempat dilarikan ke RSUD Rengat untuk mendapatkan pertolongan medis, namun upaya pertolongan yang diberikan tidak membuahkan hasil yang akhirnya korban meninggal sebelum sampai di RSUD. (wsr)