
TELUK KUANTAN, GORIAU.COM - Masyarakat Pelukahan Kecamatan Kuantan Hilir Sebrang (KHS) mengaku terharu atas kedatangan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kuantan Singingi (Kuansing), Rosi Atali di desa mereka. Oleh sebab itu, kedatangan Rosi disambut antusias oleh masyarakat.
Rasa haru tersebut diutarakan langsung oleh Kepala Desa Pelukahan, Masderita, Minggu (14/6/2015) sore pada kegiatan reses anggota dewan masa sidang II tahun 2015 di Balai Adat Pelukahan.
Dalam kesempatan itu, Masderita mengucapkan terimakasih tak terhingga kepada Rosi yang telah memilih Pelukahan untuk tempat reses. "Dengan adanya kegiatan ini, kita bisa bertatap muka dan menyampaikan aspirasi untuk Pemkab Kuansing."
Masyarakat Pelukahan, lanjut dia, berharap Rosi bisa memperjuangkan aspirasi, terutama fasilitas umum (fasum) di desa. Diantaranya, lantai dari balai adat sudah lapuk dimakan usia.
"Untuk itu, kami sangat berharap bantuan dari Pak Rosi," ujar Masderita. Masyarakat menyadari, APBD Kuansing terfokus ke pembangunan tiga pilar. Kendati demikian, Masdarita tetap berharap DPRD bisa memperjuangkan pembangunan di desa.
Senada dengan Masdarita, Hanifa Syam selaku Ketua BPD Pelukahan meminta pembangunan pos ronda malam sebanyak tiga unit. Hal ini untuk peningkatan keamanan dan ketertiban desa.
"Saat ini, pos ronda malam belum ada. Jadi, kita kesulitan dalam melakukan kegiatan ronda di malam hari," ujar Hanifa.
Rozi Atali sedang berdiskusi dengan Kepala Desa Pelukahan Masderita (putih) bersama beberapa warga lainnya.Selain itu, Desa Pelukahan berada di pinggir Sungai Kuantan dan setiap tahun mengalami abrasi. Padahal, di lokasi yang abrasi merupakan areal pertanian dan banyak tanaman palawija. "Setiap tahun 2 meter tebing yang runtuh," katanya.
"Bahkan, pemukiman tua masyarakat Pelukahan ini sudah banyak yang hilang. Kami sangat berharap, tebing ini segera dibangun turap," ujar Hanifa.
Menanggapi hal ini, Rosi berjanji akan memperjuangkan aspirasi masyarakat Pelukahan. Untuk lantai balai adat, Rosi langsung menyatakan akan membelikan papan sesuai dengan kebutuhan.
"Ini bagian dari melestarikan budaya, akan kita carikan papan. Supaya, datuk-datuk, ninik mamak dan masyarakat tidak ragu untuk naik ke balai," ujar Rosi.
Begitu juga dengan pos ronda yang minta oleh Ketua BPD, Rosi menyanggupi untuk pembangunan semi permanen. Ia sependapat, keberadaan pos ronda sangat penting untuk mengantisipasi hal-hal tak diinginkan.
Rosi Atali berbaur dengan kaum ibu-ibu Pelukahan, KHS sambil menikmati hiburan pada kegiatan reses, Minggu (14/6/2015)Dalam kesempatan ini, Rosi menjelaskan pentingnya pembangunan tiga pilar. Terutama kampus UNIKS, keberadaannya mampu memangkas biaya pendidikan generasi Kuansing. "Tidak perlu jauh-jauh kuliah lagi, cukup di Teluk Kuantan saja."
"Begitu juga dengan pasar modern, meski saat ini banyak gonjang-ganjing mengenai hal itu. Tapi, ini sangat penting untuk membuktikan kita bisa mengurus diri sendiri, daerah kita akan maju," urai Rosi.
Biaya tiga pilar memang telah menyedot APBD, sehingga pembangunan di desa sedikit tertunda. Ditambah dengan pelaksanaan Pilkada Desember mendatang, biayanya ditanggung oleh daerah.
"Biaya Pilkada mencapai Rp23 miliyar ditanggung Pemda. Kedati demikian, sata tidak akan berhenti memperjuangkan aspirasi masyarakat," ujar Rosi. Dirinya bersama anggota DPRD lainnya dari Dapil III akan bekerjasama dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat.
"Insya Allah, akan ada rezeki kita. Namun, saya berharap masyarakat sabar. Karena, kemungkinan dari tiga yang kita usulkan, hanya satu yang dikabulkan. Saya akan berjuang untuk kampung sendiri, untuk kepentingan masyarakat Pelukahan," pungkas politisi Hanura ini.
Untuk tebing Sungai Kuantan, Rosi berjanji akan berkoordinasi dengan Anggota DPRD Riau dari Kuansing. Sebab, APBD Kuansing tidak cukup untuk membangunnya dan dibutuhkan bantuan Pemprov Riau.(***)