RENGAT,GORIAU.COM - Presiden Indonesian Bass Family (IBF) Harry Toledo pulang kampung ke Kota Rengat yang merupakan kota kelahirannya, Kamis (20/3/2015). Selain pulang kampung, kedatangan pria tambun yang sudah malang melintang di dunia music jazz Internasional ini juga untuk memberikan coaching clinic kepada para musisi Inhu, Kamis (20/3/2015) malam di Icha Burger Cafe, Jalan Jendral Ahmad Yani Kota Rengat.

Kehadiran pentolan Cherokee dan Bali Lounge ini atas undangan Komunitas Musik Rengat (KMR) yang bekerjasama dengan perusahaan Class Mild. Selain memberikan pengetahuan tentang teknik dasar bermain bass, Harry Toledo juga menampilkan aksi solo bermain bass yang mampu membuat ratusan peserta dan penonton bedecak kagum dan memberikan aplaus untuknya.

Pada kesempatan tersebut Harry Toledo sekaligus memperkenalkan IBF kepada para musisi Kabupaten Inhu, sebab kehadirannya di Rengat bersama sejumlah basist merupakan rangkaian dari tour IBF se Sumatera.

Dikatakan Harry Toledo, IBF merupakan wadah silaturahmi basist di Indonesia. Saat ini sudah terdapat 42 chapter IBF di Indonesia, 118 korwil yang tersebar di 12 negara didunia, termasuk Amerika.

"Alhamdulillah, saya yang anak asli Rengat ini dipercaya menjadi presiden IBF. Visi dan misi IBF semata-mata hanya untuk silaturahmi hingga ke luar negeri dan mudah-mudahan dalam waktu dekat akan berdiri IBF korwil Inhu," ungkap musisi yang sudah tampil diberbagai negara bersama sejumlah musisi top seperti Bob James, Phil Perry, Kenny Rankin, Harvey Mason, Jack Lee, Asia Beat, Incognito hingga Akira Jimbo itu.

Harry Toledo juga mengucapkan terimakasih kepada KMR yang telah mengundang dirinya hingga ia bisa pulang kampung dan berbagi dengan para musisi muda di Kabupaten Inhu. Menurut Harry Toledo, KMR wadah yang tepat untuk menyalurkan bakat musisi muda.

"Pesan saya kepada anggota KMR, bahwa bermusik itu juga perlu attitude, sehingga kita tidak perlu sombong dan jangan malu untuk terus belajar dan bertanya. Sebab saat ini zamannya untuk membangun karya, bukan menunjukkan kesombongan dan kehebatan kita," ujarnya.

Sementara itu, Ketua KMR, Duwai Duo Nawa mengungkapkan bahwa coaching clinic dengan menghadirkan Harry Toledo bersama IBF ini merupakan salah satu agenda KMR. Diharapkan melalui coaching clinic bersama musisi top Indonesia seperti ini, mampu meningkatkan gairah dan kualitas bermusik di Kabupaten Inhu.

"Alhamdulillah antusiasme musisi di Kabupaten Inhu cukup bagus untuk hadir dan mengikuti coaching clinic bersama Harry Toledo. Kegiatan ini akan terus kita lakukan secara rutin dan diharapkan mampu meningkatkan pemahaman dan kualitas bermusik di Kabupaten Inhu," ungkap Duwai, gitaris senior yang sudah malang melintang di dunia musik Indonesia.

Menurut Duwai, KMR didirikan sejak 7 Februari 2015 oleh para musisi dari berbagai aliran yang ada di Kabupaten Inhu. Saat KMR sudah memiliki anggota mencapai 200 orang yang umumnya merupakan generasi muda. KMR bertekad akan memperbanyak panggung musik untuk mengapresiasi jiwa bermusik sekaligus pembelajaran bermusik bagi para musisi Kabupaten Inhu.

"Meski secara teori dan skill musisi sudah mumpuni, tetapi tanpa adanya panggung bermusik untuk mengapresiasikannya, sulit bagi musisi untuk berkembang. Sebab musisi butuh pengalaman dan jiwa entertainer," ungkapnya.

Duwai juga mengucapkan terimakasih kepada Clas Mild dan semua pihak yang telah membantu sehingga coaching clinic bersama Harry Toledo dapat terselenggara dengan baik. "Dalam waktu dekat kita akan kembali melaksanakan kegiatan seperti ini, dan tentunya dengan format yang jauh lebih baik", pungkasnya.(jef)