RENGAT,GORIAU.COM - Terhitung sejak Januari 2015, jumlah kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas) di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, cendrung meningkat dibandingkan pada awal tahun 2014 lalu. Akan tetapi, dari segi jumlah korban akibat kecelakaan tersebut, pada awal tahun ini menurun.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Satlantas Polres Inhu, dalam dua bulan terakhir jumlah Laka Lantas berjumlah 29 kasus dengan jumlah korban meninggal dunia 15 orang, luka berat 23 orang dan luka ringan 21 orang. Dengan kerugian materil secara keseluruhan senilai Rp98 250.000.

"Sejak Januari hingga Februari 2015, angka Laka Lantas memang meningat, namun jumlah korbannya menurun, terutama korban meninggal dunia. Factor penyebab kecelakaan itu adalah karena kelalaian dari pengendara itu sendiri", ujar Kapolres Inhu AKBP Ari Wibowo, melalui Kasat Lantas AKP Emil Eka Putra, kepada GoRiau.Com di kantornya, Rabu (4/3/2015).

Dikatakan Emil, pengendara yang paling sering mengalami kecelakaan adalah pengendara kendaraan roda dua. Yaitu, antara sepeda motor dengan mobil dan sepeda motor dengan sepeda motor.

"Sementara, potensi tertinggi Laka Lantas pada bulan Januari terjadi di ruas jalan Lintas Tengah Air Molek, sementara pada Februari terjadi di ruas jalan Lintas Timur, Belilas Kecamatan Seberida", jelasnya.

Dengan demikian, tambah Emil, sebagai upaya meminimalisir angka Laka Lantas di wilaha hukum Polres Inhu, pihaknya menggelar Pikmas Lantas berupa program Safety Reading Road Soow, pemasangan spanduk dititik rawan laka dan patroli saat jam rawan, terutama pada akhir pekan.

"Daerah atau lokasi yang menjadi prioritas dalam pelaksanaan kegiatan tersebut yaitu di ruas jalan Lintas Timur arah Seberida dan Pekanbaru. Kegiatan ini sudah kita mulai sejak satu bulan terakhir. Selain itu, kita juga menghimbau kepada masyarakat agar selalu menyadari akan pentingnya keselamatan berlalau lintas dan mematuhi rambu-rambu berlalu lintas, sehingg angka kita bisa sama-sama menekan angka kecelakaan", tukasnya tegas.(jef)