
TEMBILAHAN - Gubernur Riau, H Arsyadjuliandi Rachman tampak mengumbar senyum kebahagiaannya saat menghadiri secara langsung iven wisata religi Gema Muharram 1438 Hijriah di Lapangan Gajah Mada Tembilahan, Indragiri Hilir, Riau, Selasa (11/10/2016) sore.
"Gema Muharram harus kita lestarikan terus-menerus. Ini merupakan salah satu iven wisata yang dapat menyukseskan tujuan kita untuk mengembangkan sektor pariwisata berbasis budaya," ungkap Gubernur Riau yang kerap disapa Andi Rachman ini kepada GoRiau.com di rumah dinas Bupati Indragiri Hilir, HM Wardan, Selasa malam.
Antusias masyarakat mengikuti iven wisata yang masuk kalender wisata nasional ini pun begitu terasa. Setidaknya ada belasan ribu orang yang menjejali lapangan Gajah Mada Tembilahan, Selasa sore itu, untuk berbuka puasa bersama dan menyaksikan seribu penabuh berdah.
Tidak tanggung-tanggung, seribu penabuh berdah yang ditampilkan tahun 2016 itu pun berhasil memecahkan rekor dan mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI). Ini merupakan penghargaan ketiga yang diterima selama tiga tahun berturut-turut oleh Negeri Hamparan Kelapa Dunia itu.
Seperti diketahui, Gema Muharram di Inhil telah memecahkan rekor MURI pada tahun 2014 dalam kriteria berbuka puasa dengan bubur asyura terbanyak di Indonesia dan Shalawat Nariyah terbanyak di Indonesia pada tahun 2015. Sementara tahun ini, kembali memecahkan rekor atas penampilan seribu tabuh berdah.
Melihat magnet daya tarik Gema Muharram yang ada di Inhil tersebut sangat besar, Gubernur Riau pun berjanji akan mendukung penuh langkah-langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhil untuk mengembangkan eksistensi iven bernuansa islami ini.
"Kita akan dukung terus, bagaimana supaya Gema Muharram semakin dikenal oleh masyarakat luas," tuturnya.
Sementara itu, Bupati Inhil, HM Wardan menegaskan bahwa upayanya dalam mengembangkan iven Gema Muharram bukan dimaksudkan untuk mendapatkan penghargaan dan pujian, melainkan untuk melaksanakan syiar agama islam semata.
"Tujuan utama kami bukan untuk mendapatkan penghargaan, tapi melaksanakan syiar islam. Masyarakat di Inhil sendiri sudah turun menurun melaksanakan acara berbuka puasa ada tanggal 9, 10 dan 11 Muharram. Artinya, untuk memaknai peringatan tahun baru hijriah," ungkap Wardan. (adv/rat)