TANGERANG - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang, Provinsi Banten, terbakar pada Rabu dini hari sekitar pukul 01.45 WIB.

Lansiran Antaranews yang dikutip GoRiau.com menyebut, kebakaran terjadi di blok Chandiri Nengga 2 yang diisi oleh 122 orang nara pidana atau Napi. Api baru berhasil dipadamkan petugas sekitar pukul 03.15 WIB, atau satu jam setelah si jago merah melalap tempat itu.

Penyebab Kebakaran

Polisi menduga, kebakaran disebabkan oleh hubungan arus pendek listrik atau korsleting.

"Nanti akan didalami lagi," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran di Lapas Kelas 1 Tangerang, Banten, sebagaimana dikutip GoRiau.com dari Antaranews.

Puluhan Korban

Terkait kebakaran Lapas tersebut, Kepala Bagian Humas Kemenkumham, Tubagus Erif Faturahman mengungkapkan, sebanyak 41 orang nara pidana atau Napi dinyatakan meninggal dunia.

Selain puluhan orang tewas tersebut, insiden kebakaran juga menelan 8 orang korban luka yang berujung perawatan medis.

Terkait data Korban, MenkumHAM Yasonna Laoly mengungkapkan, di antara yang menjadi korban tewas dalam insiden kebakaran itu adalah Napi WNA (warga negara asing).

"Dua di antara korban meninggal dunia merupakan Warga Negara Asing dari Afrika Selatan dan Portugal," kata Yasonna.

Crisis Center

Guna mencegah kesimpangsiuran informasi bagi keluarga korban dan dalam upaya menjaga hak-hak korban dan keluarganya, otoritas telah mengumumkan satu nomor khusus sebagai saluran informasi.

Tubagus Erif Faturahman menyebut, khusus pihak keluarga warga binaan pemasyarakatan di Lapas Kelas I Tangerang, dapat mencari informasi atau menghubungi crisis centre di nomor 081213726370.

"Ini hanya untuk melayani pihak keluarga," ujar Tubagus.

Fokus Pemulihan

MenkumHAM Yasonna menginstruksikan, jajarannya harus fokus pada evakuasi dan pemulihan warga binaan yang menjadi korban kebakaran Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas I Tangerang, Banten.

"Saya sudah menginstruksikan jajaran secepatnya melakukan evakuasi dan fokus memberikan penanganan terbaik untuk memulihkan korban luka," kata Yasonna saat meninjau lokasi kebakaran.***