
TELUKKUANTAN - Kendati pelantikan pejabat eselon III dan IV di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) tahap pertama telah usai. Ternyata, banyak meninggalkan cerita kekecewaan dari sebagian masyarakat Kuansing, Riau.
Kekecewaan itu lebih banyak ditumpahkan masyarakat lewat media sosial, seperti facebook. Terlebih, banyaknya simpatisan yang tak terakomodir.Rasa kesal dan kecewa tak hanya ditumpahkan ke media sosial. Bahkan, seorang warga Gunung Toar mengirimkan pesan singkat kepada GoRiau.com, Selasa (24/1/2017) sore.
Dalam pesan singkat itu, ia mengaku kecewa dengan sikap bupati. Kendati ia bukan PNS, tapi dia berharap orang-orang di kampungnya bisa menjabat.
"Kami taek arok, bupati urang Gunuang, tapi yang diangkek urang Antau Singingi nyo. Urang Guntor banyak tak pakai (Kami sangat berharap, bupati orang Gunung Toar (Guntor), tapi yang diangkat orang Antau Singingi (sebutan untuk Singingi dan Singingi Hilir). Orang Guntor banyak yang tak dipakai," bunyi petikan SMS yang masuk tersebut.
Tak hanya itu, pria yang tak ingin disebutkan namanya, mempertanyakan konsep perubahan yang diusung Mursini - Halim. Sebab, ia menilai belum ada perubahan yang signifikan sejak Mursini - Halim memimpin Kuansing.
"Yang dilantik orang-orang lama juga. Malahan banyak juga bukan putra daerah," katanya.
"Kalau macam iko, barubah dari Boruak ka Cigak nyo nua. Boruak bisa manjek karambial, kini diganti Cigak yang pandai mancilok nasi petani (Kalau seperti ini, hanya berubah dari Beruk ke Cigak (monyet). Beruk bisa manjat Kelapa, kini diganti dengan monyet yang pandai mencuri nasi petani (karet)," akhir dari SMS tersebut. *** #KUANSING