PADANG – Jamaah Tarekat Naqsabandiyah di Sumatera Barat melaksanakan puasa Ramadhan 1443 H mulai Jumat (1/4/2022). Sebagian di antaranya shalat tarawih pertama di Surau Baru, Pauh, Padang, Sumatera Barat, Kamis (31/3/2022) malam.

Tarekat Naqsabandiyah menetapkan awal Ramadhan berdasar metode Hisab Munjid, atau melihat hilal bulan Rajab sejak dua bulan lalu.

''Malam nanti kita akan tarawih,'' kata Zahar, pengurus Suaru Baru di Kecamatan Pauh, Sumbar pada Kamis siang, seperti dikutip dari langgam.id, mitra Teras.id.

Zahar mengatakan, puasa Ramadan akan dilaksanakan 30 hari penuh. Jamaah Tarekat Naqsabandiyah di Kecamatan Pauh, Kota Padang melangsungkan shalat tarawih di Surau Baru dan Mushala Baitul Makmur.

Kembali mengutip langgam.id, ucap Zahar, tak ada perbedaan pelaksaan shalat tarawih Tarekat Naqsabandiyah dengan tarekat lainnya. Shalat tarawih dilaksanakan sebanyak 23 rakaat dengan 12 kali salam.

Sebagai informasi, mengutip laman lib.litbang.kemendagri.go.id, Tarekat Naqsabandiyah merupakan satu-satunya tarekat yang silsilah keilmuannya berakar dari Abu Bakar as-Shidiq.

Di Indonesia, Tarekat Naqsabandiyah pertama kali diajarkan oleh Syeikh Yusup Makassari pada 1623 sampai 1699, kemudian meluas ke Makassar, Kalimantan, Sumatera, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Tarekat Naqsabandiyah juga tersebar di berbagai negara Asia, termasuk Asia Tengah, Volga, Kaukasus, China, Indonesia, India, Turki, Eropa, dan Amerika Utara.

Pemerintah telah menetapkan 1 Ramadan 1433 H pada Ahad, 3 April 2022 berdasarkan perhitungan hilal di 101 lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia. Sementara Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadhan 1443 H jatuh pada 2 April 2022.***